BeritaDaerahPemerintahanPendidikanSosial

Bupati Pacitan Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Wapres ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno

"Almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, berdedikasi, serta memiliki komitmen kuat terhadap persatuan dan stabilitas nasional di masa pengabdiannya"

Pacitan,JBM.co.id- Duka mendalam menyelimuti bangsa Indonesia atas berpulangnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno. Atas nama pribadi, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Pacitan, Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, menyampaikan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya.

Bupati menyampaikan bahwa almarhum merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik saat bertugas di lingkungan TNI maupun ketika mengemban amanah sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pacitan dan seluruh masyarakat menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Semoga segala pengabdian, jasa, dan dharma bakti beliau untuk bangsa dan negara menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” ujar Bupati, melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Pacitan, Luthfi Azza Azizah, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, berdedikasi, serta memiliki komitmen kuat terhadap persatuan dan stabilitas nasional di masa pengabdiannya. Keteladanan beliau, lanjutnya, patut menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.

Bupati juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. “Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga pula bangsa Indonesia senantiasa diberikan ketabahan dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT,” imbuhnya.

Kepergian Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Namun, semangat pengabdian dan nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan akan terus hidup dalam perjalanan sejarah negeri ini.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button