KH. Mahmud Ingatkan Imam Percepat Sholat Berjamaah, Teladani Pesan Rasulullah SAW
"Imam memiliki tanggung jawab besar untuk memahami kondisi makmum yang beragam latar belakangnya"

Pacitan,JBM.co.id-Pendakwah yang juga menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Pacitan, KH. Mahmud, mengingatkan para imam agar tidak memperpanjang sholat berjamaah secara berlebihan. Pesan tersebut ia sampaikan dengan meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW dalam memimpin umat.
KH. Mahmud menegaskan bahwa imam memiliki tanggung jawab besar untuk memahami kondisi makmum yang beragam latar belakangnya. “Makmum yang berdiri di belakang imam itu berasal dari berbagai kalangan. Ada ASN yang terikat jam kerja, petani dan buruh tani yang harus kembali ke sawah, buruh pabrik yang dibatasi waktu istirahat, dan banyak lagi. Karena itu, imam hendaknya mempercepat sholat dan tidak memberatkan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW bersikap ketika memimpin sholat berjamaah. Dikisahkan, suatu ketika beliau mendengar suara anak kecil menangis saat sholat berlangsung. Mendengar hal itu, Rasulullah kemudian mempercepat sholatnya.
KH. Mahmud menekankan bahwa percepatan tersebut bukan berarti tangisan anak kecil lebih utama daripada sholat. “Sholat adalah perintah Allah SWT dan merupakan kewajiban utama. Namun Rasulullah menunjukkan kasih sayang dan kepedulian terhadap kondisi jamaah. Beliau memahami bahwa di antara makmum ada ibu yang gelisah memikirkan anaknya,” jelasnya.
Menurutnya, inilah bentuk keseimbangan dalam ajaran Islam: menjalankan perintah Allah dengan khusyuk, namun tetap mempertimbangkan kemaslahatan dan keadaan umat. Imam, lanjutnya, dianjurkan membaca surat-surat yang tidak terlalu panjang dan menjaga tempo gerakan agar tetap thuma’ninah tanpa memberatkan.
Melalui penjelasannya tersebut, KH. Mahmud berharap para imam dapat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam memimpin sholat berjamaah: tegas dalam ibadah, namun penuh empati terhadap umat.(Red/yun).




