Pulang Kampung, SBY Menyemai Keteladanan Dari Pacitan. Sugeng Kundur Tokoh Bangsa, Selamat Sampai Tujuan
"Terima kasih atas hiburan yang edukatif dan menyejukkan bagi warga Pacitan. Ini menjadi teladan bahwa ketenangan dan kebudayaan adalah bagian dari kekuatan bangsa"

Pacitan,JBM.co.id-Kepulangan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ke kampung halamannya di Pacitan selama hampir sepekan bukan sekadar agenda pribadi. Lebih dari itu, kehadirannya menghadirkan pesan sunyi tentang nilai kebersahajaan, kebudayaan, dan pentingnya ruang jeda di tengah dinamika kehidupan berbangsa.
Bertepatan dengan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, Senin (9/2/2026), SBY kembali bertolak ke Jakarta. Namun jejak yang ditinggalkan selama berada di tanah kelahiran menyisakan kesan mendalam bagi masyarakat Pacitan. Tanpa hiruk pikuk seremoni, SBY memilih menjalani aktivitas sederhana, menonton pertandingan bola voli tim LavAni, menikmati kuliner lokal, hingga bercengkerama dalam ruang budaya.
Puncak kebersamaan itu tercermin dalam gelaran Live Concert Koes Plus di Museum dan Galeri SBY–Ani, Jumat malam (6/2/2026). Musik, dalam konteks ini, menjadi medium edukasi lintas generasi. Lagu-lagu Koes Plus yang dibawakan bukan hanya nostalgia, tetapi juga pengingat akan nilai persatuan, cinta tanah air, dan kesederhanaan yang kian relevan di era modern.
SBY bahkan turut menyumbangkan suara, bernyanyi bersama putra mendiang Yok Koeswoyo. Kehadiran Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro, yang ikut melantunkan lagu Cintamu Telah Berlalu, menegaskan bahwa pemimpin dan rakyat dapat duduk sejajar dalam ruang kebudayaan, tanpa sekat, tanpa jarak.
Di tengah padatnya agenda nasional, pilihan SBY untuk “pulang kampung” menyiratkan pesan edukatif, bahwa membangun bangsa juga dimulai dari menjaga akar, menghormati budaya lokal, dan memberi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan yang sehat dan mencerdaskan.
Sekretaris Daerah Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, menyampaikan apresiasi saat melepas kepulangan SBY ke Jakarta. Menurutnya, kehadiran SBY telah memberi semangat tersendiri bagi masyarakat.
“Terima kasih atas hiburan yang edukatif dan menyejukkan bagi warga Pacitan. Ini menjadi teladan bahwa ketenangan dan kebudayaan adalah bagian dari kekuatan bangsa,” ujarnya.
Kepulangan SBY dilepas langsung oleh Bupati Pacitan, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah, serta jajaran Forkopimda. Meski langkahnya kembali menuju ibu kota, nilai-nilai yang ditinggalkan tetap tinggal, menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati tak selalu hadir dalam pidato, melainkan dalam keteladanan yang diam-diam menguatkan.(Red/yun).




