
Jbm.co.id-DENPASAR | Program Nonton Bareng (Nobar) Kebangsaan Piala Dunia 2026 yang digelar TNI Angkatan Darat mendapat sambutan luas dari masyarakat, selama periode 10-16 Juli 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di 25.912 titik di seluruh Indonesia dengan total kehadiran mencapai 1.133.184 penonton.
Kegiatan yang didukung TVRI sebagai penyiar resmi FIFA World Cup 2026 itu tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan TNI AD mendukung penyiaran Piala Dunia sebagai bagian dari upaya menghadirkan hiburan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kami dari TNI Angkatan Darat dengan senang hati dan bersyukur dapat mendukung penyiaran Piala Dunia sepak bola melalui TVRI sesuai keinginan Presiden untuk menghibur masyarakat, khususnya pecinta sepak bola, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian,” ujarnya.
Direktur Utama TVRI, Fiki Satari mengapresiasi sinergi antara TVRI dan TNI AD. Menurutnya, kolaborasi tersebut memperluas manfaat penyelenggaraan Piala Dunia hingga ke berbagai daerah, termasuk wilayah terluar Indonesia.
“TVRI menyambut baik berbagai bentuk kolaborasi dan kajian yang lahir selama penyelenggaraan Piala Dunia. Hal ini menjadi bukti bahwa manfaat Piala Dunia benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia,” kata Fiki.
Kolaborasi Nobar Kebangsaan berawal dari diskusi antara KSAD dan Direktur Utama TVRI dalam kegiatan olahraga bersama di Markas Besar TNI AD pada 3 Juli 2026.
Program tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu rangkaian utama penyiaran FIFA World Cup 2026 di Indonesia.
Selain menghadirkan hiburan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia memperkirakan penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 mampu menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp5,03 triliun.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono menyebut ajang olahraga dunia tersebut membuka peluang usaha bagi berbagai sektor.
“Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah,” kata Kukrit.
Perputaran ekonomi tersebut berasal dari aktivitas promosi melalui iklan, kegiatan komersial, sektor hotel, restoran dan kafe (HOREKA), serta berbagai kegiatan masyarakat termasuk Festival Rakyat.
Survei Lokadata atas 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia juga menunjukkan rata-rata pengeluaran masyarakat saat mengikuti nobar mencapai sekitar Rp51 ribu setiap kegiatan.
Sebagian besar digunakan untuk membeli makanan, minuman, paket data, dan kebutuhan pendukung lainnya, sehingga turut meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.
Di Bali, antusiasme masyarakat terlihat di Kabupaten Tabanan. Nobar berlangsung di berbagai titik, mulai dari Halaman TVRI, Taman Bung Karno, Gedung Ketut Maria, Lapangan Alit Saputra hingga banjar adat di 133 desa.
Ramainya penonton turut mendorong aktivitas ekonomi pedagang yang menjual kopi, teh, minuman ringan, serta berbagai pangan lokal di sekitar lokasi nobar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila mengatakan pemerintah daerah menyediakan lokasi nobar gratis menggunakan layar videotron di sejumlah fasilitas umum.
Menurutnya, titik nobar dipusatkan di Lapangan Alit Saputra Dangin Carik, Lapangan Bung Karno Tabanan, dan Gedung Ketut Maria.
Pemerintah juga melibatkan pedagang kecil agar dapat memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung sehingga tercipta perputaran ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.
Sebagai penutup rangkaian Nobar Kebangsaan, TVRI bersama TNI Angkatan Darat akan menggelar Festival Rakyat Bola Gembira di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 19 Juli 2026.
Acara tersebut menghadirkan nonton bareng final Piala Dunia, konser musik, serta bazar UMKM yang terbuka secara gratis untuk masyarakat. (ace).



