Kapolres Ayub: Ayo Jogo Pacitan, Merawat Harmoni Dari Kota Wisata dan Religi
"Sampaikan saran dan masukan secara konstruktif apabila ada yang dirasa kurang pas. Ini penting agar kita bisa mengedepankan langkah-langkah preventif dan terhindar dari persoalan hukum seperti yang dialami beberapa kabupaten tetangga"

Pacitan,JBM.co.id- Di tengah dinamika sosial, politik, dan pemerintahan yang terus bergerak, Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menyampaikan pesan penting yang sarat makna, yakni menjaga Pacitan bukan hanya tugas aparat, melainkan panggilan moral seluruh elemen masyarakat. Pesan itu dirangkum dalam satu spirit kebersamaan, “Jogo Pacitan”.
Ajakan tersebut bukan sekadar jargon keamanan. Lebih dari itu, Jogo Pacitan dimaknai sebagai upaya kolektif merawat harmoni sosial, menumbuhkan kesadaran hukum, serta memperkuat nilai-nilai kearifan lokal agar Pacitan tetap teduh, aman, dan bermartabat.
Kapolres menegaskan, Pacitan memiliki identitas yang tidak dimiliki semua daerah. Selain dikenal luas sebagai kota wisata dengan bentang alam pesisir selatan yang memikat, Pacitan juga dikenal sebagai kota religi yang menjunjung tinggi nilai spiritual dan kebudayaan.
Lebih dari itu, Pacitan merupakan tanah kelahiran tokoh nasional sekaligus tokoh dunia, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebuah fakta sejarah yang menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab moral bagi seluruh masyarakatnya.
“Karena itu mari kita bersama-sama, bersatu Jogo Pacitan dari hal-hal yang tidak diharapkan,” ujar AKBP Ayub, Rabu (21/1/2026).
Dalam pandangan Kapolres, menjaga Pacitan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum semata. Yang lebih utama adalah membangun kesadaran bersama, memperkuat komunikasi, dan menumbuhkan keberanian untuk saling mengingatkan dalam koridor yang santun dan konstruktif.
Hal tersebut juga berlaku dalam urusan pemerintahan. Perwira menengah Polri dengan dua melati di pundaknya itu mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis, namun juga tidak reaktif. Kritik dan masukan, menurutnya, harus disampaikan secara beretika, berbasis data, dan berorientasi pada solusi.
“Sampaikan saran dan masukan secara konstruktif apabila ada yang dirasa kurang pas. Ini penting agar kita bisa mengedepankan langkah-langkah preventif dan terhindar dari persoalan hukum seperti yang dialami beberapa kabupaten tetangga,” tuturnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi edukasi publik bahwa persoalan hukum seringkali berawal dari kelalaian, miskomunikasi, dan minimnya pengawasan bersama. Dengan mengedepankan pencegahan, keterbukaan, serta sinergi lintas sektor, potensi konflik dan pelanggaran hukum dapat ditekan sejak dini.
Kapolres juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan insan pers dalam menjaga keseimbangan informasi serta membangun narasi positif tentang Pacitan. Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya soal stabilitas fisik, tetapi juga ketenangan batin masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, AKBP Ayub berharap Pacitan dapat terus tumbuh sebagai daerah yang tidak hanya indah secara alam, namun juga kuat secara sosial dan beradab dalam kehidupan berdemokrasi.
“Insyaallah, dengan kebersamaan dan niat baik seluruh elemen, Pacitan akan senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya.(Red/yun).



