BaliBeritaDaerahDenpasarLingkungan HidupPemerintahan

Ketua DPRD Bali Bahas Model Investasi PandAI Atasi Krisis Lingkungan dan Infrastruktur

Jbm.co.id-DENPASAR | Ketua DPRD Provinsi Bali, I Dewa Made Mahayadnya menerima kunjungan kerja kurator model investasi PandAI, Dmytro Tsykaliuk di Kantor DPRD Bali, Senin, 19 Januari 2026.

Pertemuan tersebut membahas peluang penerapan model investasi inovatif untuk menjawab tantangan lingkungan, menjamin keamanan investasi serta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Bali.

Diskusi strategis ini menyoroti urgensi penanganan persoalan sampah dan pencemaran lingkungan yang semakin kompleks.

Kedua pihak sepakat bahwa solusi lingkungan di Bali tidak dapat lagi dilakukan secara sektoral atau parsial, melainkan membutuhkan pendekatan investasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Penyelesaian masalah ini memerlukan pendekatan investasi yang terstruktur, yang mampu menyinergikan kepentingan pemerintah, sektor swasta, serta keahlian profesional skala internasional,” kata Dmytro Tsykaliuk saat memaparkan konsepnya.

Dalam pertemuan tersebut, model investasi PandAI diperkenalkan sebagai platform transparan dan aman untuk pengelolaan proyek-proyek berskala besar, mulai dari properti hingga infrastruktur lingkungan.

Bahkan, PandAI menitikberatkan pada mekanisme perlindungan investasi yang kuat serta kerja sama institusional jangka panjang.

“Saat ini, proyek unggulan pertama yang menggunakan model PandAI telah memasuki tahap pembangunan. Proyek ini menjadi bukti nyata (proof of concept ) bagaimana investasi dapat berjalan selaras dengan regulasi lokal, standar lingkungan, dan kepentingan masyarakat Bali,” imbuhnya.

Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua DPRD Bali, I Dewa Made Mahayadnya mendorong agar model PandAI dapat dimanfaatkan sebagai instrumen strategis untuk menarik perusahaan swasta internasional yang memiliki keahlian di bidang pengelolaan limbah dan infrastruktur lingkungan.

DPRD Provinsi Bali menilai kehadiran model investasi ini berpotensi membentuk tim ahli lintas negara yang mampu merumuskan solusi komprehensif terhadap persoalan lingkungan.

Selain itu, PandAI diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang memberikan kepastian hukum bagi investor sekaligus dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Pertemuan ini sekaligus menandai perubahan pendekatan dalam pembangunan Bali.

PandAI tidak lagi diposisikan semata sebagai model investasi properti, tetapi berkembang menjadi platform universal untuk mendukung inisiatif infrastruktur berkelanjutan.

Dengan mengedepankan transparansi dan kolaborasi institusional, pembangunan Bali ke depan diharapkan bertumpu pada model investasi yang menjadikan keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi utama, bukan sekadar pelengkap. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button