
Jbm.co.id-DENPASAR | Menjelang perayaan Hari Raya Galungan, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Bawa, S.H., menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan spiritual kepada seluruh umat Hindu di Bali.
Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Galungan sebagai kesempatan untuk memperkuat dharma, menjaga keharmonisan, dan meneguhkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Om Swastiastu. Saya, I Wayan Bawa, S.H., Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, mengucapkan selamat Hari Raya Galungan kepada seluruh umat Hindu. Semoga perayaan suci ini membawa kedamaian, kerahayuan, serta memperteguh nilai dharma dalam hidup kita sehari-hari. Om Santih, Santih, Santih Om,” kata Wayan Bawa, dalam keterangan resmi, Selasa, 18 November 2025

Makna Galungan: Kemenangan Dharma dalam Kehidupan Sehari-Hari
Dalam pesannya, I Wayan Bawa menegaskan bahwa Galungan adalah simbol kemenangan dharma atas adharma, yang menjadi fondasi moral umat Hindu.
“Galungan bukan sekadar ritual, tetapi peringatan suci agar kita memelihara pikiran yang bening, menjaga hati dari sifat-sifat adharma, serta menegakkan nilai kebenaran dalam setiap tindakan,” ucapnya.
Ia menilai bahwa tantangan modern semakin menguji keteguhan umat dalam mempertahankan nilai-nilai dharma, baik di lingkungan keluarga, sosial, hingga kehidupan berbangsa. Karena itu, Galungan diharapkan menjadi pengingat untuk kembali pada kesadaran suci dan rasa syukur atas karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Galungan Jadi Momentum Pererat Kebersamaan dan Gotong Royong
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menekankan bahwa Galungan adalah ruang memperkokoh hubungan sosial di tengah masyarakat Bali.
“Galungan adalah saat bagi kita untuk menyama braya, mempererat hubungan antar sesama serta menghidupkan nilai gotong-royong sebagai warisan budaya Bali,” terangnya.
Menurutnya, kebersamaan dan solidaritas sosial perlu terus dijaga agar masyarakat tetap harmonis menghadapi berbagai tantangan zaman.
Himbauan: Rayakan Galungan dengan Sederhana dan Bermakna
Wayan Bawa turut mengingatkan agar perayaan Galungan dilakukan secara tulus dan sederhana, tanpa harus mempertontonkan kemewahan.
“Esensi Galungan adalah kesucian hati, bukan kemewahan sarana. Melaksanakan yadnya dengan tulus, ikhlas, dan sesuai kemampuan justru lebih utama karena itulah wujud dharma yang sesungguhnya,” tegasnya.
Ia juga mendorong masyarakat menjaga lingkungan, memperkuat spiritualitas dalam keluarga, serta memberikan teladan bagi generasi muda agar tetap menjunjung nilai budaya Hindu Bali.
Doa untuk Bali: Rahayu, Damai, dan Sejahtera
Diakhir pesannya, I Wayan Bawa berharap perayaan Galungan membawa berkah dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Bali.
“Semoga kemenangan dharma senantiasa menyertai langkah kita. Mari jadikan Galungan sebagai tonggak memperbaiki diri, memperkuat persatuan, serta menciptakan Bali yang rahayu, damai dan sejahtera,” tutupnya. (red).



