BeritaDaerahPariwisataPemerintahanPendidikanPolitikSeni BudayaSosial

Wayang Kulit Jadi Panggung Promosi Wisata Desa Widoro, Harmoni Budaya dan Ekonomi Lokal. Bupati Pacitan, KRT Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro Sampaikan Salam Hangat

"Di tengah arus modernisasi, kegiatan semacam ini tidak hanya menjaga warisan leluhur tetap hidup, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya potensi ekonomi berbasis masyarakat"

Pacitan, JBM.co.id-Gemerlap lampu panggung berpadu dengan alunan gamelan dan kisah pewayangan yang sarat makna mewarnai Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Promosi Potensi Wisata Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Selasa (16/6/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi bukti bahwa seni budaya tradisional tetap memiliki daya tarik kuat sekaligus mampu menjadi media promosi wisata yang efektif.

Mewakili Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, hadir dan memberikan sambutan di hadapan masyarakat yang memadati lokasi acara sejak sore hingga malam hari. Antusiasme warga Desa Widoro dan wilayah sekitarnya semakin menambah semarak pagelaran yang menampilkan dalang kondang Ki Bimo Kuncoro dengan lakon “Babad Alas Wonomarto”.

Lebih dari sekadar hiburan rakyat, pagelaran wayang kulit tersebut menjadi ruang perjumpaan budaya yang menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan. Melalui cerita yang ditampilkan, terselip berbagai nilai kehidupan seperti keteladanan, pendidikan karakter, kebijaksanaan, serta kearifan lokal yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Dalam sambutannya, Prayitno menyampaikan salam dari Bupati Indrata dan memberikan apresiasi, serta penghargaan kepada Pemerintah Desa Widoro, panitia penyelenggara, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, wayang kulit merupakan warisan budaya bangsa yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai media edukasi dan promosi potensi daerah.

“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya menikmati pertunjukan seni budaya, tetapi juga semakin mengenal berbagai potensi yang dimiliki daerahnya. Budaya dan pariwisata dapat berjalan beriringan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Desa Widoro sendiri dikenal memiliki kekayaan wisata alam yang memikat. Keindahan Pantai Buyutan dengan panorama tebingnya yang eksotis, pesona unik Pantai Banyu Tibo dengan air terjun yang langsung bermuara ke laut, serta keindahan Pantai Kijingan dan Pantai Nyawiji menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah selatan Pacitan.

Potensi tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pariwisata desa. Dengan promosi yang berkelanjutan, berbagai destinasi wisata tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Meningkatnya aktivitas wisata diyakini akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor usaha masyarakat, mulai dari kuliner tradisional, perdagangan, jasa transportasi, homestay, kerajinan tangan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran wisatawan tidak hanya menghadirkan perputaran ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas lokal yang menjadi ciri khas Desa Widoro.

Mantan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian ini juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk terus mendorong sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata sebagai salah satu strategi percepatan pembangunan daerah. Seni dan budaya, menurutnya, merupakan aset berharga yang harus dijaga keberlangsungannya karena memiliki nilai sosial, edukatif, sekaligus ekonomi.

Pagelaran wayang kulit di Desa Widoro menjadi contoh nyata bagaimana budaya dapat menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi dengan pembangunan. Di tengah arus modernisasi, kegiatan semacam ini tidak hanya menjaga warisan leluhur tetap hidup, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya potensi ekonomi berbasis masyarakat.

Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan yang tercermin dalam penyelenggaraan acara, Desa Widoro semakin meneguhkan diri sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pacitan. Harapannya, promosi yang dikemas melalui seni budaya ini mampu memperluas daya tarik wisata daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera, maju, dan bahagia.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button