
Pacitan,JBM.co.id- Serangan jantung mendadak dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya pada orang tua tapi juga pada usia muda.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Daru Mustikoaji, kematian mendadak akibat serangan jantung paling sering disebabkan oleh penyakit jantung koroner, yaitu sekitar 75% dari total kematian jantung mendadak.
Penyebab kematian mendadak akibat serangan jantung tersebut, sambung Daru lebih disebabkan karena pembuluh darah jantung yang tidak berfungsi optimal. Sehingga dapat menyebabkan gangguan atau henti jantung.
Kardiomiopati, yaitu kondisi ketika otot jantung menjadi lebih tebal, sehingga jantung kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh. “Jantung memiliki irama yang teratur untuk mendukung fungsi organ vital. Gangguan irama jantung dapat menyebabkan kinerja jantung terganggu,” terang dia, Kamis (4/9/2025).
Daru mengatakan, gejala awal serangan jantung misalnya seperti nyeri dada yang terasa seperti tertekan atau dihimpit benda berat, keringat dingin, mual, muntah dan sesak napas.
Lantas bagaimana pencegahannya? Menurut Daru, menjaga pola hidup sehat, dan mengurangi faktor risiko penyakit jantung seperti seimbangkan gizi, enyahkan rokok, hadapi dan atasi stres, awasi tekanan darah, dan teratur berolahraga.(Red/yun).




