BangliBeritaDaerahPendidikan

Universitas Hindu Negeri Pertama di Indonesia, UHN Sugriwa Cetak 21 Guru Besar Canangkan World Class University

Jbm.co.id-BANGLI | Sebagai Universitas Hindu Negeri pertama dan satu-satunya di Indonesia, sejak beralih status dari IHDN Denpasar pada 2020 lalu, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Denpasar, Bali telah melakukan berbagai terobosan, yang salah satunya pencanangan World Class University (WCU). Sebelumnya, UHN Sugriwa telah mendapat hibah tanah dari Pemkab Bangli.

Kemudian, dilakukan pembangunan sarana dan prasarana secara bertahap, seperti asrama mahasiswa yang dihibahkan oleh Kementerian PUPR, termasuk rencana pembangunan aula yang akan terealisasi dalam waktu dekat melalui hibah Pemkab Badung.

Foto: Rektor Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si mengukuhkan lima orang Guru Besar dirangkaikan dengan momentum Puncak Dies Natalis V yang digelar di Kampus Bangli, Minggu, 25 Mei 2025.

Bahkan, UHN I Gusti Bagus Sugriwa juga telah melaksanakan program short course bekerjasama dengan Perguruan Tinggi luar negeri hingga pencapaian Akreditasi Unggul.

Kini, UHN Sugriwa kembali melahirkan lima Guru Besar. Kemudian, Rektor, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si mengukuhkan lima orang Guru Besar dirangkaikan dengan momentum Puncak Dies Natalis V yang digelar di Kampus Bangli, Minggu, 25 Mei 2025.

Foto: Momentum Puncak Dies Natalis V digelar dengan Pemotongan Tumpeng di Kampus Bangli, Minggu, 25 Mei 2025.

Puncak Dies Natalis dihadiri oleh Ketua Senat beserta jajaran, para Wakil Rektor, para Dekan, para Kepala Biro, Direktur Pascasarjana, para pejabat struktural dan non-struktural lainnya, tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Sementara itu, kelima Guru Besar tersebut, yakni Prof. Dr. Drs. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H., (Guru Besar dalam Bidang Sosiologi Hukum Hindu), Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, MA., (Guru Besar dalam Bidang Sosiologi Komunikasi), Prof. Dr. I Ketut Wisarja, S.Ag., M.Hum.,(Guru Besar dalam Bidang Agama, Konflik, dan Perdamaian), Prof. Dr. Made Sri Putri Purnamawati, S.Ag., MA., M.Erg., (Guru Besar dalam Bidang Kesehatan Hindu) dan Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag., (Guru Besar dalam Bidang Perencanaan, Pengembangan Pariwisata Spiritual dan Religious).

Sidang terbuka Pengukuhan Guru Besar dibuka langsung oleh Ketua Senat, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd. Kemudian, SK pengukuhan dibacakan oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dra. Ni Wayan Rustawati, M.Ag., lalu para Guru Besar yang baru dikukuhkan masing-masing menyampaikan Orasi Ilmiah.

Pertama, Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, MA memaparkan tentang “Komunikasi Bencana pada Masyarakat Tradisional di Bali”. Selanjutnya, Prof. Dr. I Ketut Wisarja, S.Ag., M.Hum menyampaikan orasi  berjudul “Melacak Faktor-faktor Penyebab Harmonisnya Hubungan Hindu-Islam di Bali”, lalu Prof. Dr. Drs. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H., menyampaikan orasi ” Bunuh Diri Perspektif Etika dan Hukum di Bali”, dilanjutkan Prof. Dr. Made Sri Putri Purnamawati, S.Ag., MA., M.Erg berorasi mengenai “Intervensi Ergonomi Mengurangi Beban Kerja Pendeta Hindu dalam Memimpin Upacara Keagamaan dengan Menggunakan Genta”. Terakhir, Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag menyampaikan Orasi Ilmiah berjudul “Dari Mass Tourism menuju The Sacred Destination”.

Foto: Pengukuhan kelima Guru Besar UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, yang telah mencetak total 21 Guru Besar.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan bahwa Dies Natalis kali ini spesial, karena jumlah Guru Besar yang dikukuhkan lebih banyak dibanding pengukuhan-pengukuhan sebelumnya. Disamping itu, angka cukup unik, karena dilaksanakan pada tanggal 25 bulan lima tahun 2025 dengan jumlah guru besar yang dikukuhkan berjumlah lima orang.

“Dies Natalis bukan hanya sekadar Ulang Tahun, tapi menjadi momen efektif untuk meninjau capaian, mengevaluasi langkah serta merumuskan arah pengembangan UHN I Gusti Bagus Sugriwa kedepan,” kata Prof. Sudiana.

Tak hanya itu, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana menyebutkan Pengukuhan Guru Besar UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar telah mencetak total 21 Guru Besar, yang bakal disusul lagi dengan Guru Besar dalam waktu dekat.

Untuk itu, Prof. Sudiana mengucapkan selamat kepada lima Guru Besar yang dikukuhkan dan berharap, pencapaian ini memotivasi para dosen lainnya untuk menyusul.

“Guru Besar bukan sekadar simbol prestasi individual, tetapi juga aset kolektif universitas dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” kata mantan Ketua PHDI Bali tiga periode tersebut.

Foto: Rektor Prof. Sudiana  menyerahkan Sugriwa Award kepada sejumlah tokoh.

Pada momentum tersebut, Rektor Prof. Sudiana juga menyerahkan Sugriwa Award kepada sejumlah tokoh, yakni Drh. Ida Bagus Windia Adnyana, Ph.D (Bidang Lingkungan), Dr. Drs. I Gusti Ketut Widana, M.Si (Bidang Keagamaan), Veda Brahma Shri Dr. V. Ramesh Shastry, MA, M.S.Ed, Ph.D (Bidang Keagamaan), Prof. Dr. Dr. (HC) dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM, FINASIM (Bidang Pendidikan), Dr. Drs. I Wayan Mandra, M.Hum (Bidang Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat), Ida Pedanda Gede Manuaba Tajung (Bidang ke-Wiku-an), Gusti Ngurah Anom (Bidang Ekonomi Kreatif) dan Jero Gede Kehen (Bidang Seni dan Keagamaan).

Pada kesempatan tersebut, Rektor Prof Sudiana mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI berikut jajarannya, khususnya Kementerian Agama Ditjen Bimas Hindu, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten, PHDI, Lembaga Pendidikan, Adat, TNI, Polri, para tokoh, akademisi, praktisi, alumni serta seluruh pihak, baik kelembagaan maupun perorangan yang telah bersumbangsih dalam memajukan dan mengembangkan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Dengan mengambil trma “Unggul dalam Dharma, Iptek, dan Budaya” rangkaian Dies Natalis V ini berlangsung sejak 19 Mei 2025 lalu. Berbagai kegiatan digelar oleh kepanitiaan yang dipimpin Ketua Panitia, Dr. Eng. I Gede Agus Krisna Warmayana, S.Kom., M.T. berikut Sekretaris, Dr. Ni Made Muliani, S.Pd., M.Pd, berkolaborasi dengan BEM, diantaranya penanaman pohon berkonsep Ekoteologi yang sejalan dengan gagasan Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar, berbagai lomba, senam, jalan santai dan acara lainnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button