Tekan Inflasi Daerah, Diperdagnaker Pacitan Turun Gunung Lakukan Operasi Pasar
Kabid Sukanto: "Pengawasan yang kita laksanakan secara langsung ini, diharapkan harga dapat stabil dan inflasi dapat dikendalikan"

Pacitan,JBM.co.id-Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pacitan terus melakukan operasi pasar untuk mengawasi harga komoditi pokok di sejumlah pasar tradisional.
Kali ini, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dibawah kendali Acep Suherman tersebut, akan melakukan supervisi di wilayah Kecamatan Punung dan Tegalombo.
Kepala Bidang Perdagangan dan Metereologi, Sukanto, mengatakan, kalau langkah ini diambil untuk menanggapi kenaikan harga beberapa bahan pokok yang dapat memicu inflasi.
“Pengawasan yang kita laksanakan secara langsung ini, diharapkan harga dapat stabil dan inflasi dapat dikendalikan,”ujar Sukanto, di sela-sela kegiatan operasi pasar, Selasa (11/11/2025).
Menurut Sukanto, kenaikan harga bahan pokok yang berlangsung belakangan ini, perlu diwaspadai sejak dini untuk mencegah dampak negatif pada perekonomian, seperti inflasi yang tidak terkendali dan penurunan daya beli masyarakat.
Karena itu, perlunya dilakukan pemantauan yang ketat dan responsif. “Kami (pemerintah daerah) dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi kesejahteraan masyarakat.
Pengawasan dan intervensi dini sangat penting dalam mengelola inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi,” jelasnya.
Masih di kesempatan yang sama, mantan Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga ini menegaskan, seandainya harga terus melonjak dan tidak terkendali, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan tim pengendali inflasi daerah (TPID).
Hal ini menjadi langkah strategis untuk menstabilkan harga. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menggelar pasar murah, di mana masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, pemerintah juga bisa mengoptimalkan distribusi logistik, memberikan subsidi tepat sasaran, atau melakukan operasi pasar untuk menyerap kelebihan pasokan dan menekan harga.
“Komunikasi yang efektif antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat juga penting untuk memastikan ketersediaan pasokan dan transparansi harga.
Kerja sama yang solid dan responsif, diharapkan inflasi dapat dikendalikan, serta kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi tanpa membebani daya beli mereka,”tandas Sukanto.(Red/yun).




