SBY Kunjungi Kediaman Gagarin. Ada Apakah?
Gagarin menyatakan, "Selama 25 hari ini merasa lega dan fresh setelah memutuskan untuk mundur dari kepengurusan Partai Golkar Pacitan"

Pacitan,JBM.co.id-Mundurnya Gagarin dari pucuk pimpinan DPD Partai Golkar Pacitan dan kemungkinan bergabung dengan Partai Demokrat, kembali menjadi perbincangan hangat.
Di tambah lagi, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang merupakan pendiri Partai Demokrat menyempatkan diri mengunjungi kediaman pribadi Gagarin, di Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, sehari setelah dihelatnya Festival Air Pacitan, tepatnya pada Kamis (25/9/2025).
Fenomena ini menimbulkan spekulasi luas tentang kemungkinan Gagarin, bergabung dengan Partai milik SBY tersebut.
SBY dengan didampingi mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng, Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, beserta rombongan sampai di kediaman Wabup Gagarin sekira pukul 13.10 WIB dengan mengendarai bus pribadi.
“Assalamu’alaikum,” ucap SBY, saat turun dari bus.
Kehadiran SBY untuk kali pertama di kediaman pribadi mantan Ketua DPD Golkar Pacitan itu, disambut hangat sang tuan rumah beserta istri, sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat, DPRD Pacitan, jajaran Forkopimca, dan ratusan warga yang sejak lama menunggu kehadiran tokoh idolanya tersebut.
Sebelum melakukan santap siang, SBY yang saat itu duduk satu meja bersama Bupati Indrata dan Wabup Gagarin, sempat menuturkan sekilas perjalanan masa kecilnya, ketika almarhum ayahandanya, R Soekotjo berdinas sebagai Danramil di Ngadirojo.
“Dulu rumah saya di situ dekat dengan Desa Pagerejo, saat almarhum bapak (R.Soekotjo) dinas di Koramil,”tutur SBY mengenang masa kecilnya silam.
SBY juga mengatakan, dulu kala Kecamatan Ngadirojo ini merupakan Kawedanan bernama Lorok. “Dulu disini ini namanya Kawedanan Lorok,” sebut SBY.
Sementara itu usai ramah-tamah, SBY beserta rombongan melanjutkan melukis di tepian sungai Watu Pundung, Desa Hadiwarno, tanpa memberikan pernyataan apapun perihal kunjungannya ke kediaman Wabup Gagarin.
Secara terpisah, Gagarin menyatakan, selama 25 hari ini merasa lega dan fresh setelah memutuskan untuk mundur dari kepengurusan Partai Golkar Pacitan.
Keputusan ini diambilnya menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Golkar Pacitan, yang akan memilih ketua baru periode 2025-2030.
Saat itu, Gagarin menyatakan keputusannya untuk memprioritaskan kaderisasi di Golkar Pacitan dan memberi kesempatan kader lain memimpin. Ia ingin lebih berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Wakil Bupati Pacitan.
Meski begitu, mantan Pimpinan DPRD tiga periode ini menegaskan, bahwa partai memiliki peran pentig sebagai pilar demokrasi.
“Dalam konteks demokrasi, partai politik memiliki fungsi krusial sebagai infrastruktur politik yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam proses politik,” jelasnya.
Partai politik, lanjut dia, berperan dalam mencetak kader-kader politik yang berkualitas. Partai juga menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah. “Partai yang kuat dapat mendukung stabilitas sistem politik,”tegasnya.
Tak hanya itu, menurut Gagarin partai politik punya peran vital dalam perhelatan pemilihan kepala daerah. Meski dia menegaskan, sampai saat ini belum memutuskan untuk bergabung dengan partai apa.
“Pada momen tertentu, partai itu sangat dibutuhkan. Karena bagaimanapun juga partai itu kan pilar demokrasi,”tukasnya.(Red/yun).




