BaliBeritaDaerahDenpasarPemerintahan

Sari Galung Evaluasi Lima Tahun KPPI Bali Siapkan Suksesi Kepemimpinan Kawal Perjuangan 30 Persen Perempuan Berpolitik

Jbm.co.id-DENPASAR | Ketua DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos., menyoroti capaian dan tantangan organisasi selama lima tahun kepemimpinannya.

Momentum Musyawarah Daerah (Musda) IV KPPI Bali menjadi ruang evaluasi sekaligus penentuan arah perjuangan perempuan politik untuk periode 2026-2031.

Sari Galung menjelaskan, Musda IV KPPI Bali berlangsung di Gedung Rapat DPRD Bali, Sabtu (7/11/2026).

Menurutnya, Musda IV KPPI Bali merupakan forum tertinggi organisasi lima tahunan. Agenda utamanya mencakup laporan pertanggungjawaban pengurus demisioner periode 2021-2026, suksesi kepemimpinan, penetapan program kerja, serta penguatan konsolidasi organisasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Bali.

“Musda juga akan mengevaluasi pertanggungjawaban kinerja pengurus sebelumnya, menetapkan program kerja ke depan dan memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat provinsi dan kabupaten /Kota se Bali,” kata Ketua DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos., Jumat (6/11/2026) malam.

Anggota DPRD Bali dari Fraksi PDI-P ini menegaskan, KPPI memiliki misi strategis memperkuat keterwakilan dan partisipasi perempuan dalam politik, termasuk mendorong keterwakilan perempuan 30 persen di lembaga politik dan partai politik.

Menurut Sari Galung, KPPI lahir sebagai respons terhadap subordinasi perempuan dalam politik akibat budaya patriarki serta berbagai hambatan internal yang masih dihadapi perempuan. Organisasi ini sekaligus menjadi wadah independen lintas partai untuk membangun aktivitas, kreativitas, dan solidaritas perempuan politik.

“Inilah sesungguhnya fondasi dasar hadirnya KPPI,” kata Sari Galung.

Catatan Kepemimpinan Sari Galung

Selama memimpin KPPI Bali periode 2021-2026, Sari Galung mengaku telah menjalankan sejumlah program sesuai amanat Musda sebelumnya. Fokusnya meliputi pembentukan kader perempuan untuk pembangunan daerah serta mendorong kesetaraan gender melalui aksi nyata.

Program tersebut terwujud melalui pelantikan DPC, talk show, peringatan Hari Ibu, kegiatan bertema Perempuan Berdaya, Negara Berjaya, edukasi pengelolaan sampah, hingga pelatihan bela diri.

KPPI Bali juga menggelar seminar bersama B-Trust untuk meningkatkan peran, kapasitas, dan kompetensi calon legislatif perempuan. Kegiatan ini menjadi ruang belajar, bertukar pandangan, sekaligus memperluas jejaring perempuan dalam menghadapi dinamika politik.

Tidak hanya bergerak dalam penguatan kapasitas politik, Sari Galung juga mendorong kepedulian sosial melalui bantuan kepada warga terdampak bencana di Bangli dan Karangasem, serta kunjungan sosial dan pemberian sembako kepada lansia di Denpasar dan Singaraja.

Meski berbagai program telah terlaksana, Sari Galung tidak menampik masih terdapat kendala dan kekurangan dalam implementasinya.

“Terlepas dari semua program ini, namun masih juga ada kendala dan kekurangan dalam pelaksanaanya,” kata Sari Galung.

Menjelang berakhirnya masa kepemimpinan, Sari Galung berharap pengurus baru KPPI Bali mampu membawa organisasi semakin berkembang, memperkuat konsolidasi lintas partai, serta meningkatkan kontribusi nyata dalam memperjuangkan kesetaraan dan keterwakilan perempuan di dunia politik.

Musda IV KPPI Bali menjadi momentum penting bagi Sari Galung untuk menyampaikan evaluasi kepemimpinan sekaligus meletakkan fondasi keberlanjutan perjuangan perempuan politik di Bali.

Editor: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button