BaliBeritaDaerahPendidikan

Poltek OTC Gandeng Alabuga Rusia Buka Peluang Kerja Internasional bagi Perempuan Indonesia Rekrutmen Capai 8.000 Tenaga Kerja 2027 

Jbm.co.id-GIANYAR | Politeknik Omna Trisakti Chandra (Poltek OTC) menggelar asesmen akreditasi perguruan tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sekaligus sosialisasi rekrutmen tenaga kerja internasional bersama Alabuga Start dari Rusia dan PT Citra Insan Mandiri, Senin (12/10/2026).

Kegiatan sosialisasi dihadiri perwakilan Alabuga Start, Burkhanov Aleksei dan Nekrasov Pavel, Direktur Utama PT Citra Insan Mandiri Suratin Wiramihardja, Direktur Operasional Lina Halim, serta Mohammad S. Rizky selaku Overseas Business Development dan Askcar Icuk Ramadhan dari tim Overseas.

Turut hadir, Muhammad Iqbal dari BP2MI Bali, Naftalia Sastra dari Blessing Academy, serta Dermawan Wan selaku perwakilan pengguna tenaga kerja dari Taiwan dan China.

Kegiatan OTC Bali tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan vokasi sekaligus membuka akses kerja internasional bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan program.

Salah satu peluang yang diperkenalkan adalah program Alabuga Start, yang menggabungkan kesempatan bekerja dengan pembelajaran bahasa Rusia bagi perempuan berusia 18 hingga 22 tahun dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ketua Yayasan Mada Werdi Utama sekaligus Direktur Poltek OTC, I Wayan Rediyasa, S.E., M.Tr.Par., menegaskan peningkatan kualitas kelembagaan pendidikan perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas kesempatan kerja bagi lulusan.

Melalui asesmen akreditasi, Poltek OTC berupaya meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan. Sementara itu, sosialisasi rekrutmen diharapkan memberikan informasi mengenai peluang kerja internasional yang dapat diakses siswa OTC Bali dan mahasiswa Poltek OTC.

Alabuga Start Tertarik Rekrut Peserta Didik OTC Bali

Perwakilan Alabuga Start, Burkhanov Aleksei mengungkapkan ketertarikan pihaknya menjalin kerja sama dengan OTC Bali setelah memperoleh informasi dari mitra mereka, PT Citra Insan Mandiri, mengenai kualitas lembaga pendidikan tersebut.

Berdasarkan informasi itu, Alabuga Start melihat OTC Bali sebagai salah satu institusi pendidikan yang berpotensi menjadi mitra dalam menjaring calon peserta program kerja dan belajar di Rusia.

Aleksei menjelaskan, program tersebut menawarkan pengalaman kerja di berbagai sektor, mulai dari katering, operator produksi, pekerjaan penyelesaian akhir (finishing works), instalasi, konstruksi, transportasi jalan, layanan dan perhotelan, hingga logistik.

Program ini tidak mensyaratkan pengalaman kerja atau gelar pendidikan tertentu. Namun, calon peserta tetap harus memenuhi ketentuan usia, persyaratan kesehatan, serta memiliki kemauan untuk bekerja dan belajar di Rusia.

Durasi program berkisar dua hingga empat tahun, bergantung pada bidang pekerjaan dan ketentuan penempatan. Peserta juga berpeluang melanjutkan karier secara permanen di Alabuga sesuai persyaratan yang berlaku.

Menurut Aleksei, program tersebut pada awalnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor katering. Seiring perkembangannya, kesempatan kemudian diperluas ke berbagai bidang pekerjaan lainnya.

Kebutuhan Tenaga Kerja 2027 Disebut Capai 8.000 Orang

CEO OTC Bali, I Wayan Reddy mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja yang disampaikan pihak Alabuga Start untuk 2027 mencapai sekitar 8.000 orang.

Dari jumlah tersebut, penjajakan perekrutan awal melalui kunjungan kali ini berkisar 70 hingga 100 orang, terutama untuk sektor hospitality atau perhotelan.

Reddy menilai peluang tersebut dapat menjadi kesempatan bagi siswa OTC Bali dan mahasiswa Poltek OTC untuk mengembangkan keterampilan, memperoleh pengalaman profesional, serta memperluas wawasan di lingkungan kerja internasional.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi lulusan pendidikan vokasi.

Reddy juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap peserta selama mengikuti program di luar negeri. Dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow serta kementerian yang menangani pelindungan pekerja migran Indonesia disebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program.

PT Citra Insan Mandiri Tekankan Penempatan Legal

Direktur Operasional PT Citra Insan Mandiri, Lina Halim, menyambut baik kerja sama dengan Alabuga Start karena dinilai membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk bekerja sekaligus belajar di luar negeri.

Menurut Lina, manfaat program tidak hanya berkaitan dengan penghasilan, tetapi juga pengalaman internasional, pembelajaran budaya, dan peningkatan kemampuan profesional.

Ia menjelaskan bahwa PT Citra Insan Mandiri bergerak di bidang penempatan pekerja migran Indonesia dan memiliki izin resmi. Perusahaan tersebut juga menangani penempatan tenaga kerja ke sejumlah negara selain Rusia.

Lina menegaskan pentingnya memastikan seluruh proses penempatan berlangsung secara legal dan adil, sehingga calon pekerja memperoleh informasi yang jelas mengenai hak, kewajiban, serta ketentuan kerja.

Ia juga memaparkan skema pengembangan karier dalam program tersebut yang mencakup empat jenjang kenaikan selama dua tahun, dengan tahapan yang disebut berlangsung setiap enam bulan.

Skema tersebut diharapkan membantu peserta meningkatkan keterampilan, kepemimpinan, dan kemampuan profesional selama menjalani pekerjaan.

Gaji Mulai 700 Dolar AS, Peserta Perlu Pahami Biaya

Dalam pemaparannya, Aleksei menyampaikan bahwa program Alabuga Start menyediakan sejumlah fasilitas, termasuk tiket pesawat, pembelajaran bahasa Rusia, layanan medis di Rusia, serta gaji yang disebut mulai dari 700 dolar AS.

Ia mengatakan peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran dan tidak perlu membayar tiket pesawat maupun kursus bahasa Rusia.

Meski demikian, terdapat sejumlah pengeluaran yang perlu dipersiapkan secara mandiri, antara lain pemindaian paspor, visa kerja pertama, dan pemeriksaan kesehatan tertentu.

Oleh karena itu, calon peserta perlu memahami secara terperinci komponen gaji, fasilitas, biaya yang menjadi tanggungan pribadi, serta ketentuan kontrak sebelum memutuskan mengikuti program.

Kejelasan mengenai hak dan kewajiban pekerja, mekanisme pengaduan, serta perlindungan selama berada di luar negeri juga menjadi aspek penting yang perlu dipastikan melalui jalur resmi.

OTC Bali Siapkan Pemantauan Peserta di Luar Negeri

Untuk mendukung keberlanjutan program, Reddy menyatakan OTC Bali akan menyiapkan mekanisme pemantauan terhadap peserta yang bekerja di luar negeri.

Pemantauan direncanakan melalui sistem yang dimiliki lembaga, evaluasi, serta supervisi secara langsung maupun daring. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu peserta memperoleh pendampingan selama menjalani program.

Selain peluang kerja ke Rusia, OTC Bali juga mendukung penempatan tenaga kerja ke negara lain. Reddy secara khusus mengajak alumni OTC Bali yang pernah memiliki pengalaman bekerja di Taiwan untuk berkoordinasi dengan kampus apabila berminat mengikuti program SP2T.

Ia mengingatkan calon peserta agar memperoleh informasi melalui jalur resmi dan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk menghindari informasi keliru maupun pihak yang tidak bertanggung jawab.

Asesmen BAN-PT dan Rekrutmen Jadi Langkah Penguatan Vokasi

Pelaksanaan asesmen akreditasi BAN-PT bersamaan dengan sosialisasi rekrutmen internasional memperlihatkan perhatian Poltek OTC terhadap dua aspek penting pendidikan vokasi, yakni peningkatan mutu kelembagaan dan perluasan peluang kerja bagi peserta didik.

Peningkatan kualitas tata kelola pendidikan diharapkan selaras dengan pengembangan kompetensi, keterampilan praktis, serta kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri.

Melalui kolaborasi dengan mitra internasional, OTC Bali dan Poltek OTC berharap pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, pengalaman profesional, dan akses terhadap peluang kerja di tingkat global.

Pewarta: Riza

Editor: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button