BaliBencana AlamBeritaDaerahDenpasarLingkungan Hidup

PHDI dan Tokoh Lintas Agama Bersatu Doakan Korban Banjir Bandang Demi Keselamatan Bangsa

Jbm.co.id-DENPASAR | Gelombang bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda berbagai wilayah Indonesia memicu kepedihan nasional.

Setelah banjir bandang besar di Bali pada 10 September 2025 yang merenggut korban jiwa dan merusak sejumlah bangunan, kini tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat kembali diguncang bencana serupa.

Menyikapi situasi tersebut, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar doa bersama lintas agama di Gedung Rektorat Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Jumat, 12 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang solidaritas antar umat beragama, untuk mengirimkan doa demi keselamatan dan keteguhan warga terdampak bencana.

Doa dipimpin oleh Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba, Dharma Adhiyaksa PHDI Pusat, dalam suasana yang berlangsung khidmat dan penuh keteduhan. Sejumlah tokoh lintas agama hadir, antara lain perwakilan MUI Provinsi Bali, Muhamad Toha, rohaniawan Budha Bhante Rung Subhantdho serta perwakilan rohaniawan Katolik, Kristen dan Konghucu Putu Shantiro.

Ida Pedanda menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan bangsa. “Doa bersama ini kami laksanakan sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Melalui doa ini, kami memohon keselamatan bagi Indonesia, terutama agar Bali dijauhkan dari marabahaya dan bencana,” paparnya.

Harapan agar bangsa Indonesia selalu mendapat perlindungan menjadi doa utama yang dipanjatkan para rohaniawan.

Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak, yang hadir mewakili Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menilai doa lintas agama ini sebagai langkah penting memperkuat kerukunan.

“Kami berharap nilai spiritual dari kegiatan ini dapat mendorong masyarakat menjaga keseimbangan alam, mempererat hubungan antar sesama, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kemurkaan alam,” terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan untuk memperkuat silaturahmi antar umat beragama di Bali serta menjadi pondasi bagi kerukunan yang berkelanjutan. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button