BaliBeritaDaerahDenpasarLingkungan HidupPemerintahan

Pemprov Bali Libatkan Kampus dan Komunitas Lingkungan Angkut 3,56 Ton Sampah di Mangrove Pesanggaran Jelang Tumpek Wayang 

Jbm.co.id-DENPASAR | Aksi bersih sampah plastik Pemerintah Provinsi Bali bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas lingkungan berlangsung di kawasan hutan mangrove Pesanggaran, Denpasar, Jumat (9/10/2026).

Menariknya, aksi bersih lingkungan berhasil mengumpulkan 3,56 ton sampah dalam 777 karung.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan serentak di seluruh kabupaten/kota se-Bali menjelang peringatan Hari Tumpek Wayang, Sabtu (10/10/2026).

Aksi ini berfokus pada pembersihan sampah plastik di kawasan mangrove dan lingkungan sekitarnya untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir, sekaligus mengantisipasi potensi banjir akibat penumpukan sampah di saluran air, drainase, dan sungai.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.

Menurutnya, penanganan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana, terutama banjir yang dapat dipicu oleh tersumbatnya saluran air dan sungai.

Kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, kalangan pendidikan, komunitas lingkungan, dan masyarakat diharapkan mampu memperluas gerakan penanganan sampah secara berkelanjutan.

Libatkan Kampus hingga Komunitas Lingkungan

Aksi bersih sampah di kawasan mangrove Pesanggaran melibatkan berbagai unsur Forkopimda Provinsi Bali, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan, dan lembaga peradilan. Sejumlah satuan terlibat aksi bersih sampah plastik, diantaranya Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Korem 163/Wira Satya, Lanud I Gusti Ngurah Rai, serta Lanal Denpasar.

Dukungan juga datang dari perangkat daerah Pemprov Bali, instansi vertikal yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam, serta Pemerintah Kota Denpasar.

Unsur kewilayahan dari Kelurahan Pedungan, Pemogan, Sesetan, dan Serangan turut berpartisipasi bersama desa adat Pedungan, Pemogan, Pesanggaran, dan Serangan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar juga mendukung kegiatan melalui penyediaan personel dan kendaraan pengangkut sampah.

Dari kalangan pendidikan, mahasiswa dan akademisi Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Pendidikan Nasional, Institut Seni Indonesia Bali, Politeknik Negeri Bali, serta Universitas Dhyana Pura ikut ambil bagian.

Sejumlah komunitas pemerhati lingkungan, seperti Sungai Watch, Bersih-Bersih Bali, Eco Bali, Malu Dong, Plastik Detox, dan Trash Warrior Bali, juga terlibat dalam gerakan tersebut.

Keterlibatan berbagai elemen ini memperlihatkan, bahwa persoalan sampah membutuhkan penanganan bersama, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga melalui partisipasi aktif masyarakat dan komunitas.

Perkuat Pembatasan Plastik Sekali Pakai

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, seluruh peserta wajib membawa botol minum guna ulang atau tumbler masing-masing, guna mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai selama kegiatan.

Peserta juga membawa perlengkapan kebersihan secara mandiri, seperti penjepit sampah, sarung tangan, dan karung. Sampah yang terkumpul, selanjutnya siap untuk diangkut menggunakan kendaraan pengangkut menuju penanganan berikutnya.

Pengumpulan 3,56 ton sampah dalam satu kegiatan menjadi gambaran tantangan pengelolaan sampah di kawasan pesisir dan mangrove.

Oleh karena itu, upaya pembersihan perlu diikuti dengan pencegahan sampah dari sumbernya agar pencemaran tidak terus berulang.

Melalui momentum Tumpek Wayang, Pemprov Bali berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan semakin meningkat.

Gerakan ini juga menjadi pengingat pentingnya mengurangi plastik sekali pakai, memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab, serta menjaga ekosistem mangrove sebagai bagian penting dari lingkungan Bali.

Pewarta: Ace Wiguna

Editor: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button