Peluang Emas dari Hobi: Ternak Murai Batu Jadi Usaha Menjanjikan bagi Generasi Muda Pacitan
"Meski baru berjalan sekitar satu tahun, perkembangan usaha tersebut cukup menggembirakan"

Pacitan,JBM.co.id- Hobi yang ditekuni dengan kesungguhan dapat berkembang menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi tinggi. Hal inilah yang dibuktikan oleh Sipar, warga RT 3 RW 1 Lingkungan Pucangrejo, Kelurahan Pucangsewu, Kabupaten Pacitan, yang sukses mengembangkan usaha ternak burung Murai Batu dari lingkungan rumahnya.
Mewakili Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, berkesempatan mengunjungi lokasi penangkaran Murai Batu milik Sipar. Kunjungan tersebut menjadi ajang untuk melihat secara langsung potensi usaha peternakan burung berkicau yang kini semakin diminati masyarakat. Serta upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja.
Sipar menuturkan bahwa usaha ternak Murai Batu yang dijalankannya berawal dari keinginan mengisi waktu luang setelah memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Kecintaannya terhadap burung berkicau yang selama ini menjadi hobi kemudian mendorongnya untuk mencoba mengembangkan penangkaran Murai Batu secara lebih serius.
Meski baru berjalan sekitar satu tahun, perkembangan usaha tersebut cukup menggembirakan. Saat ini Sipar telah memiliki tiga bilik kandang ternak yang dihuni lima indukan betina dan lima indukan pejantan. Dari indukan-indukan tersebut, anakan Murai Batu secara rutin dapat dihasilkan dan memiliki nilai jual yang menjanjikan.
“Dalam waktu sekitar dua bulan, satu pasang indukan bisa menghasilkan beberapa anakan. Ketika berusia satu bulan dan sudah mampu mandiri, anakan tersebut sudah memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, anakan Murai Batu betina dapat dijual dengan harga sekitar Rp600 ribu per ekor. Sementara itu, anakan jantan dari indukan berkualitas mampu menembus harga lebih dari Rp1 juta per ekor. Nilai jual yang relatif tinggi tersebut menjadikan usaha ternak Murai Batu memiliki prospek yang cerah sebagai sumber pendapatan keluarga.
Bagi Sipar, usaha ini tidak semata-mata memberikan keuntungan finansial, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan karena dijalankan dari sebuah hobi yang disukai. Ia meyakini bahwa dengan manajemen yang baik dan ketekunan dalam merawat indukan, usaha ternak Murai Batu dapat berkembang menjadi sektor usaha yang menjanjikan.

Karena itu, ia berharap generasi muda dapat mulai melirik peluang usaha ini. Menurutnya, minat terhadap burung berkicau yang masih tinggi di berbagai daerah menjadi peluang pasar yang terbuka lebar. Bahkan, dengan memiliki sekitar empat pasang indukan produktif, hasil yang diperoleh dapat menjadi alternatif sumber penghasilan yang cukup menjanjikan.
Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sektor usaha berbasis hobi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Ternak Murai Batu menjadi salah satu contoh nyata bahwa ketelatenan, kecintaan terhadap hobi, dan semangat berwirausaha dapat berpadu menjadi peluang ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta membuka kesempatan usaha baru di tengah masyarakat.(Red/yun).


