BeritaDaerahEkonomiPariwisataPemerintahanPendidikanSosialwisata

PAD Pariwisata Pacitan Tembus Rp5,2 Miliar, Wisata Pantai Jadi Motor Utama Pertumbuhan. Destinasi Goa Mengalami Tren Penurunan Dari Tahun Ke Tahun

"Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pemerintah daerah, sekaligus memperlihatkan tingginya geliat kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan"

Pacitan,JBM.co.id- Sektor pariwisata terus menunjukkan peran strategis sebagai salah satu penopang pendapatan daerah di Kabupaten Pacitan. Hingga akhir Mei 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini telah mencapai sekitar Rp5,2 miliar atau setara 48 persen dari target yang ditetapkan tahun ini.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pemerintah daerah, sekaligus memperlihatkan tingginya geliat kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan yang dikelola Pemkab Pacitan.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, Munirul Ichwan, mengaku optimistis realisasi PAD akan segera menembus angka 50 persen dalam waktu dekat.

“Per akhir Mei lalu, capaian PAD kita sudah mencapai 48 persen atau sekitar Rp5,2 miliar. Insyaallah dalam waktu dekat bisa menembus 50 persen,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026).

Menurut Munirul, lonjakan pendapatan tersebut ditopang oleh tingginya kunjungan wisatawan ke kawasan pantai yang selama ini menjadi ikon pariwisata Pacitan. Sejumlah destinasi seperti Pantai Klayar, Pantai Watukarung, dan Pantai Srau masih menjadi magnet utama bagi wisatawan yang datang dari berbagai daerah.

Tak hanya itu, popularitas Pantai Buyutan juga terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Destinasi yang dikenal dengan panorama tebing dan hamparan lautnya tersebut mulai menjadi pilihan favorit wisatawan, sehingga turut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan sektor wisata.

Di tengah tren positif wisata pantai, Munirul mengakui destinasi wisata goa justru menghadapi tantangan tersendiri. Beberapa objek wisata andalan seperti Goa Gong dan Goa Tabuhan mengalami penurunan jumlah kunjungan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah minimnya aktivitas atau atraksi pendukung yang dapat membuat wisatawan tertarik untuk datang kembali.

“Kalau seseorang sudah pernah datang ke Goa Gong, misalnya, kemungkinan besar dalam waktu dekat tidak akan datang lagi. Kecuali mengantar keluarga atau kerabat yang belum pernah berkunjung,” jelasnya.

Selain itu, akses menuju sejumlah destinasi wisata goa yang relatif jauh juga menjadi pertimbangan wisatawan. Kondisi tersebut membuat sebagian pengunjung lebih memilih destinasi yang menawarkan pengalaman beragam dengan akses yang lebih mudah.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap optimistis sektor pariwisata akan terus tumbuh sepanjang tahun ini. Dengan dominasi wisata pantai yang semakin diminati serta meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, target PAD pariwisata Kabupaten Pacitan diyakini dapat tercapai bahkan berpotensi melampaui target yang telah ditetapkan.(Red/yun)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button