BaliBeritaDaerahDenpasarPemerintahanPendidikan

KPU Bali Terima Delegasi Pemilu India Perkenalkan Green Election dan Konsep Demokrasi Berbasis Budaya Lokal

Jbm.co.id-DENPASAR |  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menerima kunjungan Delegasi Election Commission of India (ECI) Negara Bagian Assam bersama India International Institute of Democracy and Election Management (IIIDEM), Jumat, 5 Juni 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pertukaran pengalaman dan penguatan kerja sama penyelenggaraan pemilu antara Indonesia dan India. Fokus utama pembahasan mencakup tata kelola pemilu yang transparan, inklusif, profesional, dan berintegritas.

Delegasi ECI dan IIIDEM melakukan kunjungan lapangan ke Bali untuk melihat secara langsung praktik penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada 2024 di Pulau Dewata. Setelah agenda di KPU Provinsi Bali, rombongan dijadwalkan mengunjungi KPU Kota Denpasar serta meninjau Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Banjar Sembung Sari, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur.

Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, membuka kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi India. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan dan memperluas kolaborasi di bidang kepemiluan.

Lidartawan juga memperkenalkan sejumlah inovasi dan praktik baik yang diterapkan KPU Bali selama Pemilu dan Pilkada 2024. Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan pemilu di Bali tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga didukung budaya lokal, partisipasi masyarakat, dan sinergi lintas sektor.

Pada kesempatan yang sama, Anggota KPU RI, Idham Holik, turut memaparkan capaian Bali dalam penyelenggaraan demokrasi. Ia menyebut Bali sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik pada Pemilu Serentak 2024, termasuk karena tidak adanya sengketa hasil pemilu yang teregistrasi di Mahkamah Konstitusi.

Idham Holik menegaskan bahwa keberhasilan tersebut lahir dari kerja sama antara penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, aparat keamanan, partai politik, media, dan masyarakat.

Selain itu, ia menyoroti kesamaan Indonesia dan India sebagai negara demokrasi besar dengan jumlah pemilih yang sangat tinggi serta tantangan penyelenggaraan yang kompleks. Karena itu, forum pertukaran pengalaman seperti ini dinilai penting untuk memperkuat kualitas demokrasi kedua negara.

Dalam sesi pemaparan, KPU Bali menjelaskan berbagai inovasi selama Pemilu dan Pilkada 2024, mulai dari program Green Election, pemanfaatan desa adat dan kulkul sebagai media sosialisasi, hingga penerapan filosofi Tri Hita Karana dalam penguatan demokrasi.

KPU Bali juga memaparkan strategi peningkatan inklusivitas pemilih, pelayanan bagi kelompok rentan, pemanfaatan teknologi informasi, serta upaya menghadapi tantangan geografis di wilayah Bali.

Sementara itu, Kepala Delegasi ECI dan IIIDEM, Shri Anurag Goel menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan KPU RI dan KPU Provinsi Bali.

Dalam paparannya, Shri Anurag Goel menjelaskan pengalaman India menggunakan teknologi Electronic Voting Machine (EVM) dan Voter Verifiable Paper Audit Trail (VVPAT) dalam pelaksanaan pemilu.

Menurut Shri Anurag Goel, penerapan EVM dan VVPAT mampu meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemilu, mengurangi penggunaan logistik berbasis kertas, serta mempercepat proses penghitungan suara.

Delegasi India juga mengaku tertarik dengan pendekatan berbasis budaya lokal dan sistem pengelolaan data pemilih yang diterapkan di Bali.

Melalui kunjungan ini, KPU Provinsi Bali berharap hubungan kelembagaan antara penyelenggara pemilu Indonesia dan India semakin kuat. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi sarana berbagi pengetahuan, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat penyelenggaraan pemilu yang profesional, transparan, inklusif dan dipercaya. masyarakat. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button