Hipnotis Massal Berlangsung di Gedung Gashibu: Ketika Ketua DPRD Pacitan Memukau Ribuan Pasang Mata dengan Solospelnya
"Gerakannya gemulai, namun setiap ayunan tangan terlihat tegas dan bertenaga. Dentingan musik pengiring melambat, seakan memberi ruang bagi setiap detail gerakan jurus yang ia tampilkan"

Pacitan,JBM.co.id-Di tengah sorotan lampu panggung dan riuh tepuk tangan penonton, suasana Gedung Gashibu mendadak hening. Semua pasang mata tertuju pada satu titik, Arif Setia Budi, pria berpostur tegap yang sore itu mengenakan seragam hitam khas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Bukan sekadar tampil menghibur, Sekretaris Cabang PSHT Pacitan yang juga Ketua DPRD Pacitan itu menunjukkan sisi lain dirinya. Dengan langkah mantap, ia memulai solospel, salah satu seni jurus tunggal dalam pencak silat yang menjadi pembuka ajang bergengsi SHT Cup 2025.
Gerakannya gemulai, namun setiap ayunan tangan terlihat tegas dan bertenaga. Dentingan musik pengiring melambat, seakan memberi ruang bagi setiap detail gerakan jurus yang ia tampilkan.
Penonton terpesona, bahkan terdengar desahan kagum ketika Arif memperagakan teknik sapuan dan tangkisan dengan presisi.
“Pak Arif itu memang sejak muda aktif latihan. Silat sudah mendarah daging,” bisik seorang warga yang duduk di barisan depan, seolah menjelaskan keajaiban yang baru saja mereka saksikan.
Panggung Gashibu sore itu bukan hanya menjadi tempat pertandingan, melainkan wadah untuk merayakan filosofi silat tentang ketenangan, kedisiplinan, dan kehormatan.
Bagi Arif, tampil di depan ribuan warga Pacitan bukan soal prestise jabatan, melainkan bentuk kecintaannya pada perguruan dan seni bela diri yang mengajarkannya tentang hidup.
Dalam wawancara singkat usai penampilan, pesilat yang populis disapa ASB ini menyebut bahwa SHT Cup 2025 bukan sekadar turnamen, tetapi momentum mempererat persaudaraan.
“Silat tak hanya bicara kekuatan, tapi juga membangun karakter,” ujarnya.
Setelah ASB meninggalkan panggung, tepuk tangan kembali membahana. Namun bagi banyak orang, keheningan sesaat ketika ia bergerak indah di tengah arena adalah momen yang tak akan terlupa, momen ketika seni bela diri berbicara lebih lantang daripada kata-kata.
Pagelaran masih berlanjut, pertandingan masih menanti, tetapi sore itu telah memiliki cerita kisah bagaimana pemimpin daerah menari dalam irama jurus, memperlihatkan harmoni antara kekuasaan dan keteladanan lewat gerakan silat.
Dan ribuan pasang mata, yang menyaksikannya langsung, tahu bahwa mereka berada dalam sejarah kecil perjalanan SHT Cup 2025.(Red/yun).




