Hari Perempuan Internasional: Nuanu Social Fund Dukung Perempuan Penggerak Inisiatif Komunitas di Bali

Jbm.co.id-TABANAN | Momentum Hari Perempuan Internasional dimaknai sebagai pengingat pentingnya memberi ruang bagi perempuan untuk menghadirkan gagasan dan perubahan di tengah masyarakat.
Hal tersebut juga menjadi sorotan dalam berbagai program yang didukung oleh Nuanu Social Fund (NSF), sebuah platform dari Nuanu Creative City yang mendorong lahirnya inisiatif sosial dan budaya berbasis komunitas di Bali.
Sebagai ekosistem kreatif yang menggabungkan seni, inovasi, dan dampak sosial, Nuanu Creative City berupaya menghadirkan ruang kolaborasi bagi individu dan komunitas lokal. Komitmen itu diwujudkan melalui Nuanu Social Fund yang secara aktif mendukung program sosial yang lahir dari masyarakat.
Director Brand and Communications Nuanu, Ida Ayu Astari Prada menegaskan bahwa perkembangan sebuah ekosistem tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya ide dan inisiatif masyarakat di sekitarnya.
“Pertumbuhan sebuah ekosistem tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari bagaimana ide dan inisiatif dari masyarakat sekitarnya dapat berkembang. Kami melihat banyak perempuan memimpin perubahan di komunitasnya, dan bagi Nuanu penting untuk memastikan gagasan-gagasan tersebut mendapat ruang untuk tumbuh dan memberi dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Sejak tahun 2023 hingga 2025, Nuanu Social Fund telah mendukung sebanyak 494 inisiatif sosial, dengan 51 persen diantaranya dipimpin oleh perempuan sebagai penggerak utama. Berbagai program tersebut turut memperkuat komunitas lokal sekaligus membuka peluang bagi perempuan dan generasi muda di wilayah Tabanan dan sekitarnya untuk terlibat dalam kegiatan sosial, budaya, serta pendidikan.
Banyak inisiatif yang lahir dari kepedulian individu terhadap kebutuhan lingkungan sekitar, mulai dari ruang belajar kreatif bagi pelajar hingga kegiatan yang mempererat hubungan masyarakat dengan budaya lokal.
Ruang Kreatif untuk Generasi Muda
Salah satu inisiatif yang mendapat dukungan Nuanu Social Fund datang dari Ida Ayu Agung Erlina, seorang guru di SMPN 3 Kediri, Tabanan.
Ia melihat potensi besar siswa dalam bidang kreatif digital seperti desain grafis dan animasi, namun belum memiliki wadah untuk mengembangkan kemampuan tersebut.
Berangkat dari kondisi itu, Dayu, sapaan akrabnya bersama dua guru lainnya membentuk SECRET (Sempatik Creative Team), sebuah tim kreatif siswa yang menjadi ruang bagi pelajar untuk berkarya di bidang desain grafis, komik, dan animasi.
“Banyak siswa sebenarnya memiliki potensi besar di bidang kreatif, tetapi mereka membutuhkan ruang untuk mencoba dan mengembangkan ide mereka. Lewat SECRET, kami ingin memberikan kesempatan itu,” kata Dayu.
Salah satu proyek awal yang mereka kembangkan adalah komik sekolah berjudul I GLORY, yang menceritakan karakter pelajar SMP yang merepresentasikan generasi muda Bali.
Melalui komik ini, siswa belajar membangun narasi visual sekaligus memperkenalkan berbagai unsur budaya Bali, seperti kuliner dan destinasi lokal di Desa Beraban.
Pelestarian Budaya Lewat Ruang Belajar
Inisiatif lain datang dari Wulan Asmitha, seorang penggiat seni tari Bali yang percaya bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui panggung pertunjukan, tetapi juga lewat ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat.
Dengan dukungan Nuanu Social Fund, Wulan menginisiasi workshop tari Bali yang mengajak masyarakat mempelajari gerakan, makna, serta filosofi di balik tarian tradisional.
“Melalui workshop ini, saya ingin menunjukkan bahwa tari Bali bukan hanya milik para penari di panggung. Ia adalah bagian dari kehidupan sehari-hari dan bisa dipelajari oleh siapa saja,” kata Wulan.
Workshop tersebut dirancang sebagai ruang belajar yang inklusif, mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang dan generasi untuk mengenal langsung kekayaan budaya Bali.
Menguatkan Inisiatif dari Komunitas
Kisah Dayu dan Wulan mencerminkan bagaimana banyak gerakan komunitas di Bali bermula dari kepedulian individu terhadap lingkungan sekitar. Melalui pendidikan kreatif dan pelestarian budaya, mereka berupaya menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari mengatakan banyak penggerak komunitas memulai langkah dari hal-hal sederhana yang kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih luas.
“Banyak penggerak komunitas memulai dari hal yang sangat sederhana dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar atau keinginan untuk berbagi pengetahuan yang mereka miliki,” ujarnya.
“Di Nuanu Social Fund, salah satu visi kami adalah mendukung para penggerak komunitas agar memiliki kesempatan untuk memperluas dampak yang mereka ciptakan. Melihat bagaimana ide-ide kecil dari komunitas dapat tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang menjadi salah satu hal yang paling bermakna bagi kami dalam menjalankan program ini,” tambahnya.
Melalui berbagai dukungan tersebut, Nuanu Social Fund berkomitmen terus membuka ruang bagi inisiatif yang lahir dari komunitas, sekaligus menciptakan peluang bagi lebih banyak individu untuk berbagi pengetahuan dan berkembang bersama.
Kisah para perempuan penggerak ini menunjukkan bahwa ketika gagasan dan kreativitas mendapat ruang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat secara langsung, tetapi juga memperkuat ekosistem sosial dan budaya di sekitarnya. (red).




