BaliBeritaDaerahDenpasarPemerintahan

Gubernur Koster Berlakukan WFH Tiga Hari Percepat Distribusi BBM Bali Dorong Operasional Depo dan SPBU 24 Jam Libatkan TNI-Polri 

Jbm.co.id-DENPASAR | Gubernur Bali Wayan Koster memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Oktober 2026.

Kebijakan ini bertujuan sebagai langkah untuk mempercepat pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang masih memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali.

Penetaoan keputusan tersebut, setelah Gubernur Bali Wayan Koster kembali berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Pertamina, menyusul belum optimalnya distribusi BBM di lapangan, Rabu (14/10/2026).

Selain menerapkan WFH, Pemprov Bali bersama Pertamina menyiapkan sejumlah langkah percepatan, mulai dari mengoptimalkan operasional depo dan SPBU selama 24 jam secara bertahap, menambah tenaga operasional, hingga melibatkan TNI-Polri untuk mengawal distribusi dan mengatur lalu lintas di sekitar SPBU.

“Atas kesepakatan dengan Dirut Pertamina siang hari ini, maka Gubernur Bali memberlakukan kebijakan WFH pada tanggal 15-17 Oktober 2026,” demikian disampaikan Gubernur Koster.

Sebelumnya, Gubernur Koster telah menggelar rapat koordinasi bersama Direktur Utama Pertamina di Kantor Pertamina Sanggaran, Denpasar, Selasa (13/10/2026), mulai pukul 16.00 WITA hingga malam hari.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati skenario percepatan distribusi BBM dari Depo Manggis dan Sanggaran menuju SPBU di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

“Pada rapat kemarin sore pukul 16.00 sampai malam bersama Dirut Pertamina di Kantor Pertamina Sanggaran, Denpasar, disepakati skenario percepatan distribusi BBM dari Depo Manggis dan Sanggaran ke SPBU di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan,” jelasnya.

Salah satu langkah utama yang disepakati adalah mengoptimalkan operasional depo dan SPBU selama 24 jam secara bertahap. Pertamina juga menambah tenaga operasional untuk mempercepat penyaluran BBM dari depo menuju SPBU, dengan pengawalan truk tangki oleh Polda Bali.

“Percepatan dilaksanakan dengan skema depo dan SPBU dibuka selama 24 jam secara bertahap di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Penambahan tenaga operasional Pertamina dan pengawalan truk tangki oleh Polda dari depo ke SPBU agar distribusi lancar,” ungkapnya.

Untuk mendukung kelancaran penyaluran BBM, Koster juga meminta bantuan jajaran TNI-Polri. Personel TNI akan ditugaskan di SPBU, sedangkan kepolisian membantu mengatur lalu lintas serta mengamankan jalur distribusi agar pengiriman BBM tidak terhambat.

“Hari ini kami meminta bantuan kepada Pangdam Udayana menugaskan TNI di SPBU serta kepada Polda Bali untuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan jalur menuju SPBU,” ujarnya.

Gubernur Koster menjelaskan, pada rapat sebelumnya Pertamina telah menyepakati percepatan distribusi agar penyaluran BBM mulai berjalan lancar, Rabu (14/10/2026).

Namun, karena antrean masih terjadi di sejumlah SPBU, diperlukan langkah tambahan untuk mempercepat pemulihan kondisi di lapangan.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemprov Bali menerbitkan surat Nomor B.39.000.8/48412/TLK/B.ORG tertanggal 14 Oktober 2026 tentang Penyesuaian Sistem Kerja melalui WFH. Kebijakan ini ditujukan kepada instansi vertikal, pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota, serta BUMN dan BUMD di Bali.

Meski demikian, penerapan WFH tidak berlaku untuk seluruh jenis pelayanan. Pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, pelayanan kedaruratan, serta keamanan tetap dilaksanakan di kantor sesuai kebutuhan.

Sementara itu, seluruh satuan pendidikan negeri dan swasta diminta melaksanakan pembelajaran secara daring selama 15-17 Oktober 2026, dengan tetap memperhatikan efektivitas kegiatan belajar mengajar.

Penyesuaian sistem kerja tersebut diharapkan dapat mendukung upaya percepatan distribusi BBM tanpa mengganggu administrasi pemerintahan, pencapaian target kinerja, dan keberlangsungan pelayanan publik.

Melalui koordinasi dengan Pertamina serta dukungan TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah berharap antrean kendaraan di SPBU segera terurai dan penyaluran BBM di Bali kembali normal.

Pewarta: Ace Wiguna

Editor: Putu Wiguna

Sumber: Rilis Pemprov Bali

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button