BaliBeritaDaerahDenpasarEkonomiPariwisataPemerintahan

Gubernur Koster Apresiasi Wisatawan Asing Bayar PWA, UU Provinsi Bali Jadi Dasar Jaga Kelestarian Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada wisatawan mancanegara yang telah membayar Pungutan Wisatawan Asing (PWA) sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan lingkungan Bali.

Menurutnya, kontribusi wisatawan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Pulau Dewata sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Gubernur Koster menegaskan, menjaga budaya, adat istiadat, serta kelestarian alam Bali bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan yang menikmati keindahan dan keunikan Bali.

Menurutnya, kebijakan PWA sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang menjadi fondasi hukum dalam melindungi karakter, budaya, dan lingkungan Bali secara berkelanjutan. Regulasi tersebut dinilai memperkuat arah pembangunan Bali berbasis budaya, kearifan lokal, dan keberlanjutan lingkungan.

“Terima kasih kepada wisatawan yang telah ikut berkontribusi melalui PWA. Bali bukan hanya destinasi untuk dinikmati, tetapi juga warisan budaya dunia yang perlu dijaga bersama,” kata Gubernur Koster di Denpasar, Sabtu, 16 Mei 2026.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mencatat dana yang terkumpul dari PWA mencapai Rp369 miliar. Dana tersebut dikelola secara transparan untuk mendukung perlindungan budaya, pelestarian lingkungan alam, penataan destinasi wisata, serta penguatan kualitas pariwisata Bali yang berkelanjutan.

Gubernur Koster menilai dukungan wisatawan dunia turut memperkuat posisi Bali di tingkat internasional. Pada 2026, Bali kembali dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik dunia sekaligus pulau terbaik di kawasan Asia Pasifik.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan wisatawan dalam menjaga Bali telah memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan pariwisata dan budaya Bali di mata dunia.

“Karena Bali terbaik dunia bukan hanya untuk dibanggakan, tetapi juga harus dirawat dan diwariskan,” tegasnya. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button