BadungBaliBeritaDaerahKeagamaanPendidikan

Doa Mulia: Momentum Energi Spiritual Spektakuler 500 Tahun Sabdo Palon Tagih Janji di Bali Representasi Murni dari Rakyat

Jbm.co.id-BADUNG |  Prosesi “Doa Mulia” menjadi penanda lanjutan pembangunan Patung Sabdo Palon Tagih Janji di kawasan Ungasan, Badung, Sabtu, 13 Juni 2026.

Upacara spiritual tersebut berlangsung khidmat dan dipimpin langsung Ida Rsi Agung Siliwangi didampingi Ida Istri.

Kegiatan “Doa Mulia” di lokasi pembangunan patung itu dihadiri Ketua Yayasan Sabdo Palon Nusantara Ida Bagus Dharmika atau Gus Marhaen, Ketut Ngastawa, Romo Galuh, serta sejumlah undangan lainnya.

Rangkaian upacara diawali dengan menghaturkan sesajen, nedunang Ida Batara, persembahyangan bersama, hingga doa-doa spiritual untuk memohon kelancaran pembangunan Patung Sabdo Palon Tagih Janji.

Dalam pengantarnya, Ida Rsi Agung Siliwangi menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara tersebut merupakan bagian dari perjalanan spiritual yang diyakini telah digariskan semesta.

“Kita memahami ada shruti, ada smerti, ada pewisik, ada sastra. Sebagai seorang sulinggih, pewisik adalah tanda di mana kita harus mengikuti perintah dari yang tidak terlihat tadi. Rasa digerakkan, pikiran digerakkan, langkah digerakkan. Langkah dan kata pikiran itu diwujudkan dalam bentuk upacara hari ini,” kata Ida Rsi Agung Siliwangi.

Ida Rsi Agung Siliwangi mengaku merasakan energi spiritual yang kuat di lokasi yang disebut sebagai kawasan Taman Suci tersebut.

 Menurutnya, momentum doa bersama itu menjadi bagian penting dalam mewujudkan spirit Sabdo Palon Tagih Janji yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

“Kita bergerak bersama untuk mewujudkan apa yang beliau tagih. Keadilan sedang tidak terjadi pada hari ini. Dan Sabdo Palon nagih sekarang. Mana janji kalian? Yang katanya akan memuliakan, akan memakmurkan bangsa ini,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Sabdo Palon Nusantara Gus Marhaen menyebut pelaksanaan Doa Mulia menjadi momentum spiritual besar dalam perjalanan pembangunan Patung Sabdo Palon Nagih Janji di Bali.

“Hari ini adalah hari yang sangat-sangat spektakuler. Dari sisi spiritual alias niskala memargi antar, antarning antar. Tidak ada kata lain bahwa kita berdoa semua di sini di dalam berbicara sastra yang mana sastra berbunyi, sastra berkata 500 Tahun Tagih Janji Sabdo Palon Noyo Genggong,” kata Gus Marhaen.

Menurutnya, kawasan pembangunan patung di Ungasan merupakan kawasan Taman Suci yang memiliki nilai spiritual tinggi.

 Gus Marhaen juga menegaskan bahwa pembangunan Patung Sabdo Palon bukan hanya proyek fisik, tetapi simbol persatuan dan pengingat nilai luhur bangsa.

“Niat-niat luhur yang datang dari segala penjuru, kita wujudkan sastra tersebut. Sangat berdosa sekali kita jika tidak mewujudkan ini yang di mana pagarnya adalah eling, waspodo, waskito,” tegasnya.

Disisi lain, proses teknis pembangunan patung juga terus berjalan. Saat ini dilakukan pengerjaan sondir untuk mengetahui daya dukung tanah sebelum pembangunan fondasi utama dimulai di atas lahan sekitar 20 are.

Ketut Ngastawa yang turut hadir dalam upacara itu mengajak seluruh masyarakat menjaga Bali sesuai ajaran dharma.

“Atas kehendakNya semua akan terjadi. Tanpa ada semangat idealisme dan kerja kerja, maka semua tidak akan tercapai,” kata Ketut Ngastawa.

Sementara itu, Romo Galuh memberikan apresiasi atas upaya Yayasan Sabdo Palon Nusantara dalam mewujudkan pembangunan Patung Sabdo Palon Tagih Janji.

Menurutnya, Sabdo Palon bukan sekedar tokoh legenda melainkan simbol Rakyat dan nilai universal yang hidup dalam semangat Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika yang digali oleh Bung Karno.

“Konsep Sabdo identik dengan firman atau wahyu dan Palon berarti kebenaran yang bergema di alam semesta. Jadi, Sabdo Palon ini simbol rakyat yang berakar dari rakyat dan oleh rakyat. Sabdo Palon itu simbol karakter orangtua, seperti Semar dan Tualen sebagai representasi murni dari rakyat,” tutupnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button