BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Command Center Diskominfo Pacitan Kawal Ronthek Gugah Sahur, Tradisi Malam Ramadan Tetap Aman dan Meriah

"Di balik semaraknya tradisi tersebut, terdapat peran penting pemerintah daerah dalam memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Salah satunya melalui Command Center"

Pacitan,JBM.co.id-Memasuki hari ke-18 Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, tradisi Ronthek Gugah Sahur di Kabupaten Pacitan terus berlangsung meriah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Kegiatan yang digelar menjelang waktu sahur ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu makan sahur bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi tontonan khas yang dinantikan warga setiap tahunnya.

Meski digelar pada tengah malam bahkan kerap diguyur hujan lebat, antusiasme para pegiat ronthek maupun masyarakat yang menyaksikan tidak pernah surut. Dentuman alat musik tradisional yang dimainkan para peserta ronthek menciptakan suasana semarak di sepanjang jalan protokol Pacitan, menghadirkan nuansa kebersamaan dan semangat khas Ramadan.

Di balik semaraknya tradisi tersebut, terdapat peran penting pemerintah daerah dalam memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Salah satunya melalui Command Center Pemerintah Kabupaten Pacitan yang dioperasikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan, Dodik Sumarsono, menjelaskan bahwa Command Center berfungsi sebagai pusat pemantauan kegiatan Ronthek Gugah Sahur yang berlangsung di berbagai titik, khususnya di sepanjang jalur utama kota.

“Harapannya Ronthek berjalan lancar dan membawa berkah bagi warga masyarakat Pacitan. Dibalik lancarnya pelaksanaan ronthek pagi ini, ada peran Command Center Pemkab Pacitan yang dikendalikan Dinas Komunikasi dan Informatika,” kata Dodik, Ahad (8/3/2026).

Melalui sistem pemantauan berbasis kamera pengawas dan koordinasi lintas instansi, Command Center terus memonitor pergerakan rombongan ronthek sejak dimulai hingga kegiatan berakhir setiap malam. Sistem ini juga memungkinkan respons cepat jika terjadi gangguan keamanan, kemacetan, maupun kondisi darurat lainnya.

Dengan dukungan teknologi tersebut, pemerintah daerah berharap tradisi Ronthek Gugah Sahur tetap menjadi warisan budaya yang aman, tertib, serta memberikan manfaat sosial dan spiritual bagi masyarakat.

Ronthek bukan sekadar tradisi membangunkan sahur, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan warga Pacitan dalam merayakan Ramadan dengan penuh semangat, kreativitas, dan kearifan lokal.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button