Gebyar Langen Tayub Pacitan, DLH Ajak Warga Bawa Tumbler dan Jaga Kebersihan
"Perhelatan budaya ini diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan di tengah keramaian"

Pacitan,JBM.co.id-Gebyar Langen Tayub Kabupaten Pacitan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus pencatatan Rekor MURI, Rabu (28/10) menjadi momentum untuk memadukan kemeriahan seni budaya dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Bertempat di Stadion Wijaya Krida Kabupaten Pacitan, perhelatan budaya ini diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan di tengah keramaian.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan, Cicik Roudlotul Jannah, mengajak masyarakat yang hadir untuk turut berkontribusi mengurangi sampah plastik dengan membawa tumbler atau botol minum guna ulang dari rumah.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih selama acara berlangsung.
“Bawa tumbler untuk mengurangi sampah plastik, supaya Gebyar Langen Tayub makin asyik,” pesannya.
Selain mengajak pengunjung membawa wadah minum sendiri, DLH Pacitan juga telah menyediakan keranjang sampah di area kegiatan. Fasilitas tersebut diharapkan dimanfaatkan oleh seluruh pengunjung agar sampah tidak berserakan di lingkungan stadion.
“Keranjang sampah sudah kami sediakan. Jangan buang sampah sembarangan,” tegas Cicik, Rabu (28/10).
Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa kemeriahan sebuah perhelatan tidak hanya diukur dari semarak acara dan antusiasme masyarakat, tetapi juga dari kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan tempat penyelenggaraan.
Gebyar Langen Tayub sebagai bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus pencatatan Rekor MURI diharapkan dapat meninggalkan kesan yang baik, bukan hanya melalui pelestarian seni budaya, tetapi juga melalui tumbuhnya kebiasaan ramah lingkungan.
Dengan membawa tumbler, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan selama kegiatan, masyarakat turut menjadikan Gebyar Langen Tayub Pacitan sebagai perayaan budaya yang meriah, nyaman, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.(Red/yun).




