RAPBD 2027, Pemkab Pacitan Bidik PAD Rp 262,17 Miliar
"Proyeksi PAD 2027 ditopang oleh sejumlah komponen pendapatan"

Pacitan,JBM.co.id-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan memproyeksikan pendapatan asli daerah (PAD) pada 2027 mencapai Rp 262.179.911.600 atau sekitar Rp 262,17 miliar. Target tersebut meningkat dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 256 miliar.
Optimisme kenaikan PAD itu disampaikan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pacitan, Deni Cahyantoro. Menurutnya, meski angka tersebut masih berupa proyeksi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027, pihaknya optimistis target pendapatan daerah tersebut dapat direalisasikan, bahkan berpeluang terlampaui.
“PAD memang diproyeksikan ada kenaikan di 2027. Dan kita optimistis akan bisa tercapai,” kata Deni, Selasa (13/10).
Deni yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Pemerintahan Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan itu menjelaskan, proyeksi PAD 2027 ditopang oleh sejumlah komponen pendapatan. Sumber tersebut meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.
Dalam rancangan tersebut, penerimaan dari pajak daerah ditargetkan sebesar Rp 79.127.468.485. Sementara itu, retribusi daerah menjadi komponen terbesar dengan proyeksi mencapai Rp 177.011.708.770.
Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan diperkirakan menyumbang Rp 3.130.000.000. Sedangkan komponen lain-lain PAD yang sah ditargetkan sebesar Rp 2.910.734.345.
“Komponen PAD lain-lain yang sah diproyeksikan sebesar Rp 2.910.734.345. Sehingga total PAD di 2027 diproyeksikan sebesar Rp 262.179.911.600. Jumlah tersebut ada kenaikan dari tahun sebelumnya,” tegas Deni.
Kenaikan proyeksi PAD ini menjadi salah satu gambaran upaya Pemkab Pacitan dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Optimalisasi sumber-sumber pendapatan diharapkan dapat mendukung pembiayaan pembangunan serta penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Pacitan.
Meski demikian, proyeksi tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan RAPBD 2027. Realisasi pendapatan nantinya akan bergantung pada pencapaian masing-masing komponen PAD sepanjang tahun anggaran berjalan.(Red/yun).




