BaliBeritaDaerahLingkungan Hidup

SKYY Network dan Grab Uji Coba Pengiriman Makanan via Drone di Nuanu Creative City dan Cafe del Mar Bali 

Jbm.co.id-TABANAN |  Uji Coba pengiriman makanan menggunakan drone di Bali melalui pilot project melibatkan SKYY Network, Nuanu Creative City, Café del Mar Bali, dan Grab Indonesia.

Uji coba berlangsung selama tiga bulan dengan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi drone untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pengiriman, sekaligus melengkapi peran Mitra Pengemudi tanpa mengesampingkan aspek keselamatan, keberlanjutan, dan kepatuhan regulasi.

Nuanu Creative City menjadi lokasi pengujian integrasi teknologi tersebut ke dalam operasional pengiriman sehari-hari.

Sementara itu, Café del Mar Bali ditetapkan sebagai hub pengiriman utama untuk menguji kelayakan operasional pengiriman makanan menggunakan drone.

Dalam proyek ini, SKYY Network membawa keahlian di bidang teknologi penerbangan, regulasi, serta operasi penerbangan tanpa awak.

Menariknya, drone disediakan oleh mitra perangkat keras A2Z Drone Delivery. Sementara itu, Grab Indonesia mendukung ekosistem layanan berbasis permintaan sekaligus mengeksplorasi pemanfaatan teknologi drone untuk membantu Mitra Pengemudi menyelesaikan jalur pengiriman yang memiliki tantangan tertentu, khususnya pada segmen middle mile.

Sebagai uji coba terkontrol, pilot project ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai kesiapan infrastruktur, kebutuhan operasional, pengalaman pengguna, aspek keselamatan, serta pola integrasi teknologi drone dengan ekosistem pengiriman yang telah berjalan.

Terpilihnya Bali, karena memiliki karakter geografis yang beragam, kepadatan wilayah yang berbeda-beda serta kondisi cuaca yang dinamis. Seluruh operasional pilot project akan mengacu pada kerangka regulasi dan keselamatan yang berlaku, termasuk ketentuan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Bali, dan Desa Adat setempat.

Pilot project ini sekaligus menjadi langkah pertama SKYY Network dalam mengoperasikan logistik drone di Indonesia.

Perusahaan tersebut sebelumnya memiliki pengalaman menjalankan operasi BVLOS (Beyond Visual Line of Sight) di berbagai negara, termasuk pengoperasian jaringan logistik drone di Eropa.

SKYY Network akan mengoperasikan misi logistik beyond-visual-line-of-sight di lingkungan ruang udara Bali yang memiliki tantangan tersendiri. Rute pengujian berada di ruang udara terkendali yang berdekatan dengan Bandara Internasional Ngurah Rai.

Setiap misi disiarkan secara langsung melalui SkyyOS, platform operasi milik SKYY Network yang memberikan informasi posisi drone dan lalu lintas udara secara real-time kepada pengguna ruang udara lainnya selama penerbangan berlangsung.

“Bali menghadirkan tantangan yang berbeda dari apa yang telah kami bangun di seluruh jaringan kami di Eropa beralih dari pengiriman medis ke pengiriman makanan, sekaligus beroperasi di ruang udara terkendali yang berdekatan dengan lalu lintas penerbangan Bandara Internasional Ngurah Rai, menguji kapabilitas sistem kami dengan cara yang baru. Bersama Nuanu Creative City, Café del Mar Bali, dan Grab Indonesia, kami menggunakan pilot project ini untuk memahami bagaimana pengiriman drone dapat dijalankan secara bertanggung jawab, aman, dan dengan cara yang melengkapi ekosistem pengiriman yang sudah ada,” kata Rory Houston, CEO SKYY Network.

Uji Teknologi Ditengah Aktivitas Komunitas

Bagi Nuanu Creative City, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ruang inovasi yang bertanggung jawab. Teknologi baru diuji langsung dalam kondisi lapangan untuk melihat manfaat dan dampaknya terhadap masyarakat, komunitas, serta lingkungan.

Sebagai kota kreatif dan ekosistem komunitas, Nuanu menyediakan lingkungan terkendali untuk mengamati interaksi teknologi dengan aktivitas hunian, gaya hidup, dan ekonomi lokal.

“Kami tidak mencoba membuktikan bahwa drone adalah masa depan dari segalanya. Apa yang ingin kami pahami adalah di mana teknologi ini benar-benar relevan, bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab, dan apa yang bisa kami pelajari dari penerapannya secara langsung. Jika berhasil, itu bagus. Jika tidak, itu juga merupakan informasi yang berguna. Bagi kami, nilai sesungguhnya terletak pada penciptaan lingkungan di mana teknologi dapat diuji berdampingan dengan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar didiskusikan secara teori,” kata Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City.

Sementara itu, Café del Mar Bali berperan sebagai hub pengiriman utama. Lokasi ini digunakan untuk mengamati bagaimana teknologi pengiriman drone berinteraksi dengan operasional merchant, penanganan makanan, ekspektasi tamu, serta aktivitas destinasi hospitality.

“Menjadi bagian dari pilot project ini mencerminkan komitmen kami yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengalaman tamu melalui inovasi baru. Café del Mar Bali adalah destinasi di mana gaya hidup bertemu dengan eksplorasi, dan mengeksplorasi bagaimana teknologi drone dapat melengkapi suasana kuliner kami merupakan perpanjangan alami dari etos tersebut. Kami melakukan pengujian untuk memastikan bahwa pengiriman udara dapat terintegrasi secara mulus di sini tanpa mengganggu kenyamanan yang diharapkan oleh tamu kami,” kata Rio Fransisco, Head of Marketing, Café del Mar Bali.

Drone Bukan Gantikan Mitra Pengemudi

Salah satu fokus utama uji coba adalah mengkaji teknologi drone dapat melengkapi, bukan menggantikan peran Mitra Pengemudi dalam ekosistem pengiriman.

Dalam skema tersebut, pelanggan tetap melakukan pemesanan melalui aplikasi Grab, sedangkan merchant menyiapkan pesanan dan operator terlatih mengelola operasi drone.

Mitra Pengemudi tetap memiliki peran penting, terutama dalam proses pengiriman tahap akhir atau last-mile langsung kepada pelanggan.

Model hibrida tersebut juga digunakan untuk mengeksplorasi potensi peningkatan efisiensi Mitra Pengemudi, terutama pada rute dengan tantangan geografis tertentu.

Pengiriman berbantuan drone akan diuji pada rute terpilih antara Café del Mar Bali dan Nuanu. Dari pengujian tersebut, SKYY Network akan mengamati navigasi udara dapat berjalan berdampingan dengan infrastruktur pengiriman darat yang sudah tersedia.

“Grab Indonesia senantiasa terbuka terhadap inovasi yang dapat melengkapi layanan kami. Melalui pilot project ini, kami ingin secara bertahap memahami bagaimana teknologi drone dapat berinteraksi dengan ekosistem pengiriman lokal. Teknologi ini hadir bukan untuk menggantikan Mitra Pengemudi kami, melainkan untuk melengkapi peran mereka dan membantu kami mengeksplorasi model logistik hibrida yang lebih efisien. Keselamatan, kepatuhan regulasi, pengalaman pelanggan, serta peran sentral Mitra Pengemudi akan selalu menjadi landasan utama dalam setiap langkah yang kami ambil,” kata Prisca Yosevine, Bali Nusra Region Operational Head, Grab Indonesia.

Pilot project selama tiga bulan ini tidak hanya menguji kemampuan teknis drone, tetapi juga mengukur sejauh mana teknologi tersebut dapat berjalan selaras dengan komunitas, pelaku usaha, dan infrastruktur yang telah tersedia.

Hasil pengujian diharapkan memberikan gambaran lebih konkret mengenai potensi dan batasan pengiriman berbantuan drone, sekaligus menjadi bahan pembelajaran untuk pengembangan logistik udara dan model pengiriman hibrida di Indonesia.

“Kolaborasi SKYY Network, Nuanu Creative City, Café del Mar Bali dan Grab Indonesia tersebut menempatkan keselamatan, kepatuhan regulasi, kebutuhan komunitas, serta peran manusia sebagai fondasi utama dalam pengembangan teknologi pengiriman di Bali,” tutupnya.

Pewarta: Ace Wiguna

Editor: Putu Wiguna

Sumber: Rilis Nuanu

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button