BaliBeritaDaerahPemerintahanPendidikan

Alit Wiraputra Temui Bupati Sanjaya Bahas Kolaborasi Sister City Tabanan-Korea Bidik Transfer Teknologi hingga Kota Heritage

Jbm.co.id-TABANAN | Kabupaten Tabanan, Bali, menjajaki peluang kerja sama sister city atau kota kembar dengan salah satu kota di Korea Selatan.

Penjajakan ini tidak hanya menyasar sektor pariwisata dan budaya, tetapi juga pengelolaan sampah, pertanian, pendidikan hingga transportasi.

Gagasan tersebut mengemuka, dalam audiensi tim Bumiband Blockchain dipimpin Ketua Umum Dr. A.A. Ngurah Alit Wiraputra, S.H., M.H., bersama Ketua Divisi Pengelolaan Sampah Digital Bumiband, Mr. Kim Kwang Jo, serta Ketua Divisi Tour and Travel, I Putu Santika, dengan Bupati Tabanan Dr. Komang Gede Sanjaya di Ruang Kerja Bupati Tabanan, Selasa (22/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sanjaya didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Tabanan I Nyoman Gede Gunawan, S.Sos., beserta jajaran.

Ketua Umum Bumiband Blockchain, Agung Alit Wiraputra mengatakan penjajakan kerja sama tersebut dilandasi sejumlah kemiripan antara Tabanan dan Korea Selatan, khususnya pada sektor pertanian serta seni dan budaya.

Namun, kerja sama yang ditawarkan tidak berhenti pada pertukaran budaya dan pariwisata. Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Menurutnya, Korea Selatan memiliki teknologi pengolahan sampah yang berpotensi dikolaborasikan dengan kebutuhan daerah di Bali, khususnya Kabupaten Tabanan.

“Kerja sama ini tidak hanya budaya. Korea juga ingin menawarkan kerja sama pengelolaan sampah di Tabanan sehingga persoalan sampah bisa mendapatkan solusi. Setidaknya ada teknologi atau mesin pengolah sampah yang canggih sehingga sampah dapat diolah menjadi benda yang bermanfaat,” kata Alit Wiraputra.

Selain persampahan, sejumlah sektor lain juga dibuka untuk dijajaki, seperti pertanian, pendidikan dan transportasi. Salah satu gagasan yang muncul yakni kemungkinan kerja sama penyediaan bus sekolah bagi para siswa.

Di sektor pertanian, teknologi Korea Selatan dinilai dapat dikolaborasikan dengan potensi pertanian Tabanan yang selama ini menjadi salah satu sektor penting daerah.

Sementara itu, Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya menyambut positif gagasan tersebut. Ia menyebut hubungan Bali dan Korea Selatan selama ini telah terbangun melalui pariwisata, budaya serta interaksi masyarakat kedua negara.

“Bali dan Korea sudah sangat familiar. Kalau orang Korea mendengar nama Bali pasti sudah di hati. Begitu pun orang Bali tak asing lagi dengan seni-budaya Korea,” kata Bupati Sanjaya di hadapan Mr. Kim Kwang Jo dan tim Bumiband Blockchain.

Menurut Bupati Sanjaya, karakter pariwisata Bali yang bertumpu pada budaya menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan dengan Korea Selatan.

Melalui skema sister city, hubungan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas, termasuk pertukaran budaya, informasi, teknologi dan kunjungan masyarakat.

“Dengan adanya sister city tentu nanti ada pertukaran budaya kedua bangsa dan transformasi informasi. Keduanya akan dimudahkan untuk saling mengunjungi,” ungkapnya.

Tabanan Bidik Kota Heritage

Ditengah penjajakan kerja sama tersebut, Bupati Sanjaya juga tengah mendorong penguatan identitas Tabanan sebagai kota yang memiliki karakter heritage atau warisan budaya dan sejarah.

Salah satu rencana yang disiapkan yakni memasang huruf Bali di seluruh toko sepanjang Jalan Gajah Mada, Kota Singasana, Tabanan.

“Saya membangun kota heritage yang beda dengan kota lainnya di Indonesia,” tegasnya.

Menurut Bupati Sanjaya, penguatan identitas lokal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun wajah kota Tabanan yang memiliki karakter khas.

Konsep tersebut juga dinilai dapat berjalan beriringan dengan modernisasi. Kemajuan teknologi tidak harus menghilangkan identitas budaya lokal.

Dalam konteks kerja sama dengan Korea Selatan, Bupati Sanjaya melihat adanya titik temu antara kemajuan teknologi Korea dengan kekayaan budaya serta potensi pertanian Tabanan.

Belajar dari Sister City dengan Jepang

Bupati Sanjaya juga menyebut Tabanan sebelumnya telah memiliki pengalaman kerja sama sister city dengan Kota Toyama, Jepang.

Saat masih menjabat sebagai Wakil Bupati Tabanan, Bupati Sanjaya mengaku beberapa kali melakukan kunjungan ke Toyama dalam rangka kunjungan balasan antarkedua pejabat daerah.

Kerja sama dengan Toyama dilatarbelakangi kesamaan potensi, khususnya persawahan dan pertanian yang didukung teknologi maju.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pijakan bagi Tabanan dalam membuka peluang kerja sama serupa dengan kota-kota di Korea Selatan.

“Mengingat kemiripan seni-budaya dan pertanian, makanya saya sangat setuju untuk mewujudkan sister city dengan kota-kota di Korea,” kata Bupati Sanjaya.

Meski demikian, penjajakan Tabanan dengan kota di Korea Selatan tersebut masih berada pada tahap awal. Bupati Sanjaya berharap komunikasi kedua pihak terus dilakukan hingga menghasilkan bentuk kerja sama yang konkret.

Bupati Sanjaya juga menekankan pentingnya pembahasan lebih lanjut, termasuk penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan kerja sama.

Kim Kwang Jo Bawa Hasil Pembahasan ke Korea

Sementara itu, Mr. Kim Kwang Jo menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tabanan yang telah menerima audiensi tim Bumiband Blockchain.

Usai pertemuan, Kim dijadwalkan kembali ke Korea Selatan untuk menyampaikan hasil pembahasan serta rencana penjajakan sister city tersebut kepada pihak terkait di Korea.

Ia berharap gagasan kota kembar Tabanan-Korea dapat berkembang menjadi kerja sama konkret.

Selain memperkuat hubungan budaya, kerja sama tersebut juga diharapkan membuka ruang lebih luas bagi peningkatan kunjungan wisatawan Korea ke Bali. Sebaliknya, masyarakat Bali diharapkan semakin memiliki kesempatan mengenal Korea melalui hubungan antar kota.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam audiensi, Korea Selatan menjadi salah satu negara penyumbang wisatawan penting bagi Bali.

Pada Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan Korea ke Bali disebut mencapai sekitar 174.000 orang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Sementara berdasarkan catatan data regional tercatat 164.846 kunjungan.

Bumiband Blockchain sendiri merupakan wadah komunitas yang bergerak di bidang pengembangan, edukasi dan implementasi teknologi blockchain serta pelestarian lingkungan di Indonesia, khususnya Bali.

Melalui penjajakan lintas negara tersebut, Bumiband mendorong pemanfaatan teknologi untuk menjawab persoalan nyata masyarakat, termasuk pengelolaan lingkungan.

Jika nantinya terealisasi secara resmi, kerja sama Tabanan dengan kota di Korea Selatan berpotensi mencakup pertukaran budaya, pariwisata, transfer teknologi, pengelolaan sampah, pertanian, pendidikan hingga pengembangan kota heritage.

Reporter: Ivan

Redaktur: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button