BeritaDaerah

PMKRI 2026-2028 Siapkan Tiga Agenda, Yohanes Tola: Perkuat Gerakan Sosial

Jbm.co.id-JAKARTA |  Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas periode 2026-2028 resmi dilantik di Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Dalam kepengurusan baru tersebut, Yohanes Tola, kader PMKRI Cabang Yogyakarta, resmi menjabat sebagai Ketua Presidium/Mandataris MPA XXXIII/Formatur Tunggal PP PMKRI.

Pelantikan diawali ibadat pemberkatan, dilanjutkan prosesi penyematan gordon dan pemakaian jas almamater, hingga penutupan sidang pleno pelantikan.

Mengawali kepemimpinannya, Yohanes Tola menegaskan sejumlah agenda yang akan menjadi fokus perjuangan PMKRI selama periode 2026–2028. Tiga isu utama yang disoroti yakni penempatan personel Polri pada birokrasi sipil, penurunan Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2025 menjadi 34/100, serta potensi exclusion error dalam penyaluran bantuan sosial berbasis data desil.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Yohanes mengusung tiga agenda utama kepengurusan, yakni transformasi organisasi melalui pembenahan tata kelola internal, aktivasi dan ekspansi cabang di berbagai daerah, serta gerakan sosial berbasis riset dan Ajaran Sosial Gereja (ASG).

Arah perjuangan tersebut sejalan dengan pesan moral yang disampaikan Anggota Dewan Pertimbangan PP PMKRI, Sebastian Salang. Ia mengingatkan kader PMKRI agar tetap menjaga independensi organisasi dan tidak terseret kepentingan politik praktis.

“Perhimpunan ini lahir dari idealisme dan independensi yang murni. PMKRI tidak boleh tergoda oleh nilai-nilai pragmatis atau terseret dalam arus kepentingan politik praktis jangka pendek yang merusak watak kritis mahasiswa. Independensi adalah marwah dan harga diri PMKRI. Jika independensi itu tanggal, maka PMKRI kehilangan roh perjuangannya,” ujar Sebastian Salang menegaskan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Ludgerius M. Tumanggor, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan agenda pelantikan. Ia mengapresiasi kerja keras panitia, dukungan alumni, serta seluruh pihak yang ikut memastikan pelantikan berlangsung lancar dan akuntabel.

Ludgerius juga menjelaskan makna subtema pelantikan, “Ite, Inflammate Omnia” yang berarti “Pergilah dan Kobarkanlah Semuanya”.

“Tema ini bukan sekadar slogan akademis atau hiasan spanduk. ‘Ite, Inflammate Omnia’ adalah panggilan keras bagi seluruh kader PMKRI di seluruh pelosok Nusantara untuk keluar dari zona nyaman, turun ke tengah masyarakat, dan menyalakan api perjuangan, keadilan, serta kebenaran di tengah berbagai tantangan bangsa saat ini,” tegas Ludgerius dalam penyampaiannya.

Pesan mengenai keberpihakan kepada masyarakat juga disampaikan Rm. Ferdinandus Effendi Kusuma Sunur, SJ, saat memimpin doa dan berkat pelantikan.

Dalam doa dan tumpangan tangan di hadapan jajaran pengurus, Romo Ferdinandus menitipkan pesan agar pengurus baru konsisten menjalankan fungsi keadilan.

“Semoga Roh Kudus memampukan mereka untuk mempromosikan perdamaian dan keadilan, berani bersikap melawan penguasa yang zalim, serta konsisten membela rakyat kecil. Biarlah hidup mereka mencerminkan pengikut-pengikut Kristus yang memperjuangkan kedamaian dan keadilan dalam Kristus,” tutur Romo Ferdinandus dalam doa berkatnya.

Rangkaian pelantikan Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026–2028 kemudian ditutup oleh Ketua Presidium Yohanes Tola.

Dengan kepengurusan baru tersebut, PMKRI periode 2026-2028 menempatkan penguatan organisasi, perluasan jaringan cabang, serta gerakan sosial berbasis riset dan nilai-nilai Ajaran Sosial Gereja sebagai bagian dari agenda utama organisasi.

Reporter: Ace Wiguna

Redaktur: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button