BaliBeritaDaerahDenpasarPendidikan

HUT ke-81 Kemerdekaan RI: Endang Hastuty Bunga Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas dan Peduli Masalah Bangsa Ditengah Duka NTT

Jbm.co.id-DENPASAR | Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ajakan bagi masyarakat untuk memaknai kemerdekaan melalui kepedulian dan tindakan nyata terhadap berbagai persoalan bangsa.

Ajakan tersebut disampaikan Endang Hastuty Bunga, S.H., pengacara muda sekaligus aktivis perempuan dan anak Bali yang juga menjabat Ketua Tunas Himpunan Advokat Muda Indonesia DPD Bali dan Ketua DPC PERADI PASNI.

Foto: Endang Hastuty Bunga, S.H., Pengacara Muda & Aktivis Perempuan dan Anak Bali, sekaligus Ketua Tunas Himpunan Advokat Muda Indonesia DPD Bali dan Ketua DPC PERADI PASNI.

Menurut Endang, peringatan kemerdekaan tidak semestinya hanya diisi dengan berbagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk melihat dan merespons persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Persoalan tersebut antara lain rasisme, pelanggaran hak asasi manusia (HAM), kekerasan terhadap perempuan dan anak, kemiskinan, kelaparan, hingga kesenjangan pembangunan dan pendidikan.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana kita merayakannya, tetapi bagaimana kita mengisinya dengan kepedulian. Sebagai anak bangsa, kita harus lebih peka terhadap persoalan masyarakat dan tidak boleh menutup mata terhadap mereka yang masih membutuhkan keadilan dan perhatian,” ujar Endang.

Dorong Pemerataan Pembangunan

Endang juga berharap pemerintah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) hingga ke pelosok negeri. Menurutnya, perhatian dan pemerataan pembangunan masih dibutuhkan di sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan daerah lainnya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini juga berlangsung di tengah duka akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.

Foto: Endang Hastuty Bunga, S.H., Pengacara Muda & Aktivis Perempuan dan Anak Bali, sekaligus Ketua Tunas Himpunan Advokat Muda Indonesia DPD Bali dan Ketua DPC PERADI PASNI.

Data terkait korban dan dampak bencana masih terus diperbarui seiring berlangsungnya proses evakuasi dan pencarian.

Kondisi tersebut, kata Endang, menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui solidaritas kemanusiaan. Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan bergerak cepat dalam memastikan proses evakuasi, pelayanan medis, kebutuhan dasar, serta bantuan bagi masyarakat terdampak dapat segera diterima.

“Di saat sebagian dari kita merayakan kemerdekaan dengan penuh sukacita, saudara-saudara kita di NTT sedang menghadapi duka dan bencana. Mari kita sejenak menundukkan kepala, mendoakan para korban, keluarga yang ditinggalkan, serta seluruh masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.

Advokat Harus Hadir untuk Masyarakat

Sebagai pengacara sekaligus aktivis perempuan dan anak, Endang menegaskan bahwa profesi dan organisasi yang dipimpinnya harus menjadi ruang untuk melayani masyarakat.

Hal itu diwujudkan melalui upaya memperjuangkan keadilan, memberikan bantuan hukum, serta hadir bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan.

Endang menilai semangat kemerdekaan harus berjalan seiring dengan kepedulian, kemanusiaan dan integritas. Perbedaan suku, agama, daerah maupun latar belakang, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang untuk menjaga persatuan bangsa.

“Kemerdekaan harus melahirkan kepedulian. Kita boleh berbeda suku, agama, daerah dan latar belakang, tetapi kita tetap satu bangsa. Mari jaga Indonesia dengan kepedulian, kemanusiaan dan integritas.Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Mari merdeka dari ketidakpedulian, merdeka dari diskriminasi, dan terus bergerak untuk Indonesia yang lebih adil, manusiawi dan sejahtera,” tutupnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button