BeritaDaerahPemerintahanPendidikanSosial

Sembilan Guru Pacitan Diperbantukan di Sekolah Rakyat, Tunggu Guru Definitif. Ini Penjelasan Kabid Rino Budi

"Penugasan tersebut merupakan bentuk dukungan Dinas Pendidikan Pacitan terhadap keberlangsungan proses pendidikan di Sekolah Rakyat"

Pacitan,JBM.co.id-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Pendidikan mengambil langkah cepat untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat (SR).

Sebanyak sembilan tenaga pendidik dari jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) ditugaskan sementara sebagai narasumber bantu hingga guru definitif hadir.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pacitan, Rino Budi Santoso, mengatakan sembilan guru tersebut terdiri atas dua guru SD dan tujuh guru SMP.

“Bagi guru SD akan melaksanakan tugas secara full di SR. Sedangkan dari SMP karena berkaitan dengan mata pelajaran, mereka akan mengisi kegiatan belajar mengajar pada jam yang lowong di sekolah induknya,” kata Rino, Rabu (12/8).

Penugasan tersebut merupakan bentuk dukungan Dinas Pendidikan Pacitan terhadap keberlangsungan proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Para guru diperbantukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sembari menunggu tenaga pendidik definitif ditempatkan.

Menurut Rino, kebijakan tersebut juga menjadi tindak lanjut atas surat dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang meminta pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat.

“Ini sebagai tindak lanjut surat dari Kementerian Sosial RI, agar pemkab memberi dukungan atas pelaksanaan proses belajar mengajar di SR,” ujarnya.

Rino menegaskan, sembilan guru tersebut akan menjalankan tugas selama dua bulan. Setelah guru definitif masuk, penugasan sementara dari tenaga pendidik sekolah induk tersebut akan berakhir.

“Mereka akan bertugas selama dua bulan sebelum masuknya guru definitif,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan menjadi jembatan penting bagi Sekolah Rakyat di Pacitan agar proses pembelajaran tetap berlangsung secara optimal. Di tengah masa transisi, dukungan tenaga pendidik dari sekolah yang telah ada menjadi bagian dari upaya memastikan para siswa tetap mendapatkan hak belajar tanpa harus menunggu lebih lama.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button