
Jbm.co.id-TABANAN | Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, S.Sos., mengajak masyarakat menjadikan peristiwa yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan di Bali.
Ajakan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, S.Sos., saat mengunjungi lokasi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Rabu, 29 Juli 2026.
Kehadiran Lanang Umbara disambut hangat oleh warga setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang terjadi pada Jumat dini hari, 24 Juli 2026.
Dalam kesempatan itu, Lanang Umbara mengajak masyarakat menyikapi peristiwa tersebut dengan hati yang lapang. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mengambil hikmah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Yang sudah terjadi tidak bisa kita kembalikan lagi. Mari kita petik pelajaran untuk ke depan agar tidak ada lagi hal-hal yang kurang baik terjadi di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Lanang Umbara menilai masyarakat Bali memiliki warisan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga. Salah satunya adalah keyakinan terhadap hukum karma yang mengajarkan bahwa setiap tindakan akan membawa konsekuensi bagi pelakunya.
Oleh karena itu, Lanang Umbara mengimbau seluruh masyarakat untuk terus mengedepankan rasa saling menghormati, memperkuat persaudaraan, dan menjaga suasana yang aman serta damai di Pulau Dewata.
“Sebagai masyarakat Bali, kita memiliki warisan nilai yang sangat mulia. Mari kita jaga setiap langkah dan tindakan kita agar Bali tetap menjadi tempat yang damai bagi semua,” paparnya.
Lanang Umbara juga menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk membela salah satu pihak dalam perkara tersebut. Menurutnya, kepentingan masyarakat Bali secara keseluruhan harus menjadi prioritas utama.
“Kita tidak membenarkan siapa pun dan tidak membela siapa pun. Yang kita pikirkan adalah bagaimana persoalan ini dapat menjadi pelajaran sehingga ke depan melahirkan sesuatu yang baik bagi masyarakat, khususnya masyarakat Bali,” tegasnya.
Lanang Umbara berharap seluruh proses penyelesaian kasus berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, peristiwa ini diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup berdampingan secara damai.
Dengan demikian, peristiwa yang terjadi tidak hanya menjadi catatan duka, tetapi juga menjadi titik awal untuk mempererat persaudaraan dan menjaga keharmonisan masyarakat Bali. (ace).




