BaliBeritaDaerahDenpasarEkonomiInternasionalPariwisataPemerintahan

GHBC 2026 di Bali Dorong Dharmanomics Perkuat Pondasi Kolaborasi Bisnis Global Dukung Kemakmuran Berkelanjutan Berbasis Dharma Abadi

Jbm.co.id-DENPASAR | Secara resmi, Ketua Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN) Dato’ Pardip K. Kukreja membuka acara Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, Sabtu, 11 Juli 2026.

Konferensi Bisnis Hindu Global bertajuk GHBC 2026 berlangsung selama tiga hari, 10-12 Juli 2026 mengusung tema “Towards Dharmanomics: Designing the Future” menghadirkan pengusaha, investor, diplomat, akademisi, profesional hingga pemimpin organisasi dari Indonesia, Malaysia, Singapura, India, Nepal, Uni Emirat Arab, Kanada, Amerika Serikat, Australia dan Mauritius.

Acara itu terselenggara atas kolaborasi Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN), Prajaniti Hindu Indonesia, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar serta didukung Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB).

Bahkan, Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menaruh perhatian besar pada acara GHBC 2026, dalam penguatan kapasitas generasi muda, khususnya umat Hindu.

Demikian pula, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI Ni Luh Puspa dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Hadir pula, Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Ketua DPP Prajaniti Hindu Indonesia, Ks Arsana, Rektor UNHI Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, Pengelana Global Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University, Ketua Prajaniti Hindu Bali I Wayan Sayoga, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, Agung Rai Suryawijaya dan Direktur Utama PT Pak Oles Tockcer, Dr Gede Ngurah Wididana.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari keynote speech, diskusi panel, business networking, business matching, pameran produk dan jasa hingga kunjungan lapangan untuk membuka peluang kerja sama yang konkret.

Pada kesempatan itu pula, pemberian Prajaniti Dharmaraja Award 2026 kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Head Of IKN Basuki Hadimuljono, Ketua MKMK, Dewa Gede Palguna, Akademisi AAGN Ari Dwipayana, Pemuka Masyarakat Nyoman Cantiasa, Rohaniawan Pandita Agni Surya Kumari Anandadevi, Pemerhati Budaya Ida Bagus Mantra (Swargi, Indonesia), Banker Made Arya Amitaba (Indonesia), Ketua GHEN Dato’ Pardip Kumar Kukreja (Malaysia), Wirausaha I Putu Gede Suwitra (Indonesia), Pengusaha Siwaji Raja (Indonesia), Pengusaha Amu Shah (Australia), Pengusaha Manish Khemka (Nepal), PengusahabManeesh Tripathi (Singapore), Owner Varash Putu Eka Suryawan (Indonesia), Oleh-Oleh Krisna Gusti Ngurah Anom (Indonesia), Pengusaha Rakes Roshan (Indonesia), Pengusaha Krishnaveny KM Rajan (Malaysia), Instansi BUPDA Desa Adat Padangtegal (Indonesia), Wellness Industri Eling Group (Indonesia).

Dalam sambutannya, Dato’ Pardip K. Kukreja yang juga Executive Chairman Paradise Group of Companies menyatakan GHBC atau Konferensi Bisnis Hindu Global 2026 mempertemukan para pengusaha, investor, pemimpin bisnis dan komunitas global untuk memperkuat kolaborasi ekonomi melalui Dharma, integritas dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Menurutnya, GHBC 2026 adalah forum internasional yang dirancang untuk menghubungkan komunitas bisnis global, mendorong kemitraan strategis, dan mendukung kemakmuran berkelanjutan yang dipandu oleh prinsip-prinsip Dharma yang abadi.

Konferensi Bisnis Hindu Global berfungsi sebagai platform internasional yang memperkuat kolaborasi ekonomi di antara para pengusaha Hindu dan komunitas bisnis global.

Konferensi itu bertujuan untuk menumbuhkan ekosistem dinamis di mana perdagangan, budaya, dan nilai-nilai etika berpadu untuk mendukung kemakmuran global yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Dato’ Pardip K. Kukreja menyatakan pihaknya memilih Bali sebagai tuan rumah GHBC 2026, karena Bali merupakan pusat warisan Hindu dan kearifan spiritual yang diakui secara global.

Untuk itu, GHBC 2026 menyediakan forum yang unik untuk dialog, inovasi, dan kemitraan strategis di antara para pemimpin bisnis dari berbagai benua.

Konferensi ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama untuk bertukar wawasan, mengeksplorasi peluang investasi, dan memperkuat kolaborasi lintas batas dalam lingkungan bisnis yang berlandaskan nilai-nilai Hindu.

“Konferensi internasional ini mempertemukan sekitar 200 peserta dari 10 negara untuk membangun jejaring bisnis, investasi, dan kolaborasi ekonomi berbasis nilai-nilai Hindu (dharma-red),” terangnya.

Menurutnya, konferensi ini dirancang sebagai wadah kolaborasi internasional yang mendorong investasi, inovasi, serta kemitraan bisnis dengan pendekatan Dharmanomics, yakni konsep pembangunan ekonomi yang mengutamakan etika, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama.

Ia juga menjelaskan soal Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN) sebagai platform global yang menghubungkan para pengusaha, profesional, dan pemimpin pemikiran untuk membangun ekosistem ekonomi yang berakar pada Dharma, etika, inovasi, dan kemakmuran bersama.

GHEN menyatukan para pengusaha, profesional, dan pemimpin pemikiran dari berbagai negara untuk memperkuat bisnis yang beretika, kolaborasi global, dan kemakmuran bersama.

GHEN juga merupakan platform kolaboratif yang menghubungkan para pemimpin bisnis dan penggerak perubahan di berbagai negara. Platform ini berfungsi sebagai ruang bertemu nilai-nilai spiritual, etika, inovasi, dan praktek bisnis modern.

“Berlandaskan pemahaman bahwa ekonomi bukan hanya tentang pertumbuhan, GHEN mempromosikan pendekatan yang lebih seimbang dan berkelanjutan terhadap kemakmuran melalui prinsip-prinsip Dharmanomics,” ujarnya.

Melalui jaringan ini, para pengusaha dan pemimpin bisnis didorong untuk melampaui sekadar mencari keuntungan, yang berkontribusi pada dampak sosial, kesejahteraan masyarakat, dan keharmonisan dengan alam.

Tak hanya itu, GHEN juga mempromosikan Dharmanomics sebagai landasan untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih etis, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui konektivitas internasional, kolaborasi lintas budaya, investasi, dan pengembangan bisnis, GHEN bertindak sebagai katalisator untuk masa depan, dengan kemakmuran dibagi dan dipandu oleh Dharma.

“Misi GHEN untuk memperkuat konektivitas global di antara para pengusaha Hindu dan mitra lintas budaya melalui kolaborasi, investasi, dan pengembangan bisnis yang beretika dengan slogan Persatuan dalam Dharma, Kemakmuran untuk Semua,” urainya.

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka mengucapkan selamat atas suksesnya pembukaan Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026.

Untuk itu, Wapres Gibran berharap semoga konferensi ini dapat melahirkan gagasan konkret dan jaringan kolaborasi serta semangat baru untuk membangun bangsa dengan berpegang teguh kepada nilai-nilai darma.

“Generasi muda Hindu Indonesia memiliki peran dan potensi strategis dalam rangka momentum demografi untuk meningkatkan produktivitas nasional,” kata Wapres Gibran.

Menurutnya, generasi muda Hindu Indonesia harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dan berani masuk ke berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif hingga industri hijau.

“Oleh sebab itu, saya sangat mendukung berbagai inisiatif yang menghadirkan peluang diskusi dan kolaborasi semacam ini yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda Indonesia,” terangnya.

Mereka dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo berkomitmen untuk mendorong meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) muda Indonesia melalui strategi program Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, KIP, pelatihan AI dan revitalisasi sekolah, misalnya MBG, CKG, Beasiswa LPDP, program Magang Nasional dan lain-lainnya.

“Saya meyakini dengan kerja keras dan kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan serta seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia Emas 2045 dapat kita wujudkan bersama,” kata Wapres Gibran.

Demikian pula, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI Ni Luh Puspa menyampaikan apresiasi kepada Global Hindu Business Conference (GHBC) atas inisiatif dan komitmennya menyelenggarakan GHBC 2026.

Kegiatan ini menjadi forum bisnis internasional yang mempertemukan para pelaku usaha, network, pemimpin industri serta berbagai pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi ekonomi global, termasuk dalam pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Menurutnya, Wellness Tourism menjadi salah satu sektor yang tumbuh paling pesat di dunia. Indonesia memiliki semua prasyarat untuk menjadi pemain utama dalam industri ini.

“Kekayaan alam, keanekaragaman hayati, budaya dan tradisi serta keramahtamahan masyarakat yang jadi hubungan yang mampu menghadirkan pengetahuan Wellness yang autentik dan berbeda dari destinasi lainnya.Bali menjadi salah satu contoh nyata kekuatan tersebut,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

Mengingat, selama ini, Bali menjadi destinasi dunia yang menawarkan keseimbangan antara alam, budaya dan spiritualitas dari gaya hidup sehat.

“Reputasi ini menjadi modal yang sangat besar untuk mendorong pengembangan ekosistem Wellness Tourism Indonesia secara lebih luas,” terangnya.

Untuk itu, pengembangan Wellness Tourism membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, investor, akademisi, asosiasi dan mitra internasional akan menjadi kunci untuk menciptakan inovasi meningkatkan daya saing dan membangun ekosistem Wellness Tourism yang tangguh serta berkelanjutan.

“Saya percaya dengan semangat kolaborasi investasi yang berkualitas, Indonesia khususnya Bali akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi Wellness Tourism kelas dunia sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Salam pesona Indonesia, wonderful Indonesia, terima kasih,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

Wakil Ketua Panitia GHBC 2026, Dr. Ketut Jaman menilai konferensi ini menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring bisnis internasional sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat kolaborasi ekonomi berbasis nilai.

“GHBC 2026 bukan sekadar forum diskusi, tetapi wadah untuk membangun kemitraan yang menghasilkan investasi, perdagangan, dan kolaborasi yang saling menguntungkan. Kami berharap Bali menjadi titik temu lahirnya berbagai inisiatif bisnis global yang berlandaskan nilai-nilai dharma dan keberlanjutan,” ujarnya.

Sebagai bentuk investasi terhadap generasi muda, panitia juga menyediakan 100 kuota gratis bagi mahasiswa Hindu jenjang S-1 dan S-2 untuk mengikuti seluruh rangkaian konferensi. Program tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa, membangun jaringan internasional, sekaligus memberi kesempatan berinteraksi langsung dengan investor dan pelaku usaha dari berbagai negara.

Selain menjadi forum bisnis internasional, penyelenggaraan GHBC 2026 diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi Bali melalui peningkatan kunjungan delegasi mancanegara. Sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perhotelan, transportasi, hingga industri Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) diperkirakan turut memperoleh manfaat dari kegiatan ini.

Sekretaris Panitia GHBC 2026, Dr. Ketut Susila Dharma menjelaskan bahwa konferensi ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN), Prajaniti Hindu Indonesia, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, dengan dukungan Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB).

Kolaborasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam membangun ekosistem kewirausahaan Hindu yang mampu bersaing di tingkat global.

Sementara itu, Ketua Prajaniti Hindu Indonesia sekaligus Penasehat GHBC 2026, K.S. Arsana menyebutkan konferensi ini menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh dari dunia bisnis, investasi, dan diplomasi yang berasal dari Malaysia, India, Singapura, Nepal, Mauritius, hingga Australia.

Beberapa pembicara yakni Dato’ Dr. M. Gopala Krishnan, Dato’ Pardip K. Kukreja, Dato’ Ramesh Kodammal, Dr. Shashank Vikram, Maneesh Tripathi, Manish K. Khemka, Ashwin Takoor, Dato’ S. Viswanathan, M. Yuthaya Surian, Prasath Kanagaras, dan Amu Shah.

Kehadiran para pembicara tersebut diharapkan memperkaya pembahasan sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis di bidang perdagangan, investasi, teknologi, pendidikan, dan kewirausahaan.

Melalui penyelenggaraan GHBC 2026, Bali diharapkan semakin mengukuhkan perannya sebagai hub jejaring bisnis internasional yang menghubungkan pelaku usaha, investor, akademisi, dan pembuat kebijakan.

“Kami berharap, konferensi ini menjadi katalis lahirnya kemitraan global yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan bagi Indonesia maupun komunitas bisnis internasional,” kata Arsana.

Sedangkan, Rektor UNHI, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si. (Cok Bayu) menyebutkan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) mendukung penuh pelaksanaan GHBC 2026.

Apalagi, UNHI dipercaya sebagai penyelenggara GHBC 2026. Mengingat, UNHI adalah lembaga pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Dharma, mengintegrasikan pengetahuan, spiritualitas, dan budaya dalam kerangka akademiknya.

Ditambah lagi, UNHI membina individu yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat dan kesadaran spiritual.

Sebagai kampus global yang terus berkembang, UNHI secara aktif terlibat dalam kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, mendorong dialog interdisipliner dan lintas budaya yang menghasilkan ide-ide inovatif untuk tantangan global.

“Terletak di Bali, pusat budaya dan spiritualitas yang terkenal di dunia, UNHI menawarkan lingkungan pembelajaran unik di mana kearifan lokal, nilai-nilai Dharma universal, dan perspektif global bertemu, menjadikannya tempat yang ideal untuk dialog internasional yang berwawasan ke depan,” tutupnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button