BaliBangliBeritaDaerahKeagamaanPemerintahan

DPRD Bangli Soroti Kinerja MDA Lembaga Adat di Bali

Jbm.co.id-BANGLI |  MDA belum bisa menyelesaikan banyaknya kasus Adat  di Bali. Untuk itu, Anggota DPRD Bangli Satria Yudha angkat bicara.

Bahkan, Satria Yudha menuding Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Bangli kurang serius bekerja. Bahkan, mereka ketakutan dengan MDA Provinsi Bali.

Hal tersebut diungkapkan Satria Yudha, saat dikonfirmasi awak media di Kabupaten Bangli, Senin, 22 Juni 2026.

Bahkan, permasalahan di Desa Adat Selat, Susut, Bangli hingga kini masih belum selesai. Satria Yudha menuding MDA sebagai sumber masalah. Sejak ada lembaga tersebut justru banyak masalah desa adat muncul.

“Sangat disayangkan MDA justru mengintervensi desa adat sebagai bukti dilahirkannya bendesa adat dari MDA Provinsi Bali yang bukan menjadi kehendak masyarakat,” tegasnya. 

Bendesa adat Selat, Susut, Bangli misalnya justru orang yang tidak ikut pencalonan Bendesa Adat malah mendapatkan SK Bendesa Adat dari MDA Bali.

Pada saat itu, MMDA Kabupaten Bangli hanya menuruti keputusan MDAProvinsi Bali, tidak menunjukkan sikap yang lugas dan tegas.

“Semestinya, MDA harus serius bekerja untuk adat,tetapi malah mereka saling lempar tanggung jawab, dan MDA Kabupaten Bangli ketakutan dengan MDA Provinsi. Adat kita sudah dirusak sebenarnya, saya secara pribadi selaku generasi penerus sudah tidak menganggap MDA itu sebagai wadah untuk melestarikan adat dan budaya, tetapi menjadi sumber permasalahan yang baru bagi adat kita seperti contoh di Desa Selat sampai saat ini masalahnya belum selesai, kasihan masyarakatnya. Kalau memang serius kan pasti selesai, sampai Forkompinda turun MDA terkesan menunggu saja tanpa ada pergerakan untuk penyelesaian,” ungkapnya via ponselnya. 

Sementara itu, Ketua MMDA Kabupaten Bangli, I Ketut Kayana, saat dikonfirmasi atas tudingan tersebut via ponselnya tidak memberikan jawaban apapun. Demikian pula, Sekretaris MMDA, I Nyoman Wandri juga tidak memberikan jawaban apapun ketika dikonfirmasi, via ponselnya, Senin, 22 Juni 2026.

Awak media juga menanyakan agenda- agenda MMDA Kabupaten Bangli baik pada agenda sebelumnya dan sesudahnya. Apa saja kerja-kerja MMDA Bangli.

Warga Bangli yang tak mau namanya disebutkan mempertanyakan apa saja yang dikerjakan MMDA Kabupaten Bangli.

Warga ini tak ingin ada lembaga yang tidak jelas pekerjaannya, sementara anggaran sangat jelas dialokasikan untuk menggaji mereka. (S Kt Rcn).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button