Putu Suasta Hadiahkan Buku Pancasila Buat Mangku Pastika Tepat HUT ke-75 Apresiasi Perjalanan 10 Tahun Pimpin Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Budayawan Putu Suasta memberikan hadiah berupa buku bertema Pancasila yang didedikasikan atas perjalanan dan pengabdian Komjen Pol. (Purn) Dr. Dr. Drs. Made Mangku Pastika, M.M., selama 10 tahun memimpin Bali.
Momen spesial tersebut, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Komjen Pol. (Purn) Dr. Dr. Drs. Made Mangku Pastika, M.M., di Denpasar, Senin, 22 Juni 2026.
Mangku Pastika yang merupakan Gubernur Bali periode 2008-2018 sekaligus mantan anggota DPD RI Dapil Bali menggelar perayaan sederhana bersama keluarga, sahabat, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Tampak hadir, Pengurus PP Polri Bali, Sahabat Pensiunan Bali Mandara, Guru dan Murid SMA Taruna Mandara, Tokoh Masyarakat, yaitu Putu Suasta, Ketut Donder, Wayan Sayoga, I Gusti Ngurah Nitya Shantiarsa, Nyoman Wiratmaja hingga Ketut Ngastawa.
Kehadiran para kolega menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan persaudaraan.
Pada kesempatan tersebut, Putu Suasta menyerahkan buku berjudul “PANCASILA DI PERSIMPANGAN IDEOLOGI TRANSNASIONAL : Analisis Dampaknya Terhadap Demokrasi Konstitusional Indonesia”, yang ditulis Prof. Dr. Drs. I Gusti Agung Ngurah Agung, S.H., M.H., dan Drs. I Putu Suasta, M.A.
Menurut Putu Suasta, buku tersebut hadir sebagai kajian mengenai tantangan Pancasila di tengah perkembangan ideologi transnasional dan perubahan global yang semakin kompleks.
Putu Suasta menjelaskan, Pancasila sebagai dasar negara menghadapi tantangan yang tidak hanya berasal dari pengaruh luar, tetapi juga membutuhkan penguatan dari dalam agar tetap relevan dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Tadi saya pidato. Serahkan buku Pancasila sama Pak Mangku Pastika sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-75 tahun, buku itu didedikasikan untuk pencapaiannya selama 10 tahun jadi Gubernur Bali,” kata Putu Suasta yang juga Pengelana Global sekaligus mengucapkan Selamat Hari Yoga Internasional.
Putu Suasta menilai Mangku Pastika merupakan sosok pemimpin yang memiliki banyak capaian selama perjalanan kariernya, mulai dari penyelesaian kasus Bom Bali, pernah menjabat Kapolda Bali, NTT dan Papua, hingga menjadi Gubernur Bali selama dua periode.
Putu Suasta juga mengapresiasi sejumlah program saat Mangku Pastika memimpin Bali, seperti penyelamatan sapi melalui Simantri Bali Mandara, Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), serta pendidikan SMAN/SMKN Bali Mandara bagi masyarakat kurang mampu.
“Mangku Pastika sosok orang Bali yang selalu menginginkan Bali yang maju, terbuka, plural, sejahtera,” ujarnya.
Selain membahas buku Pancasila, Putu Suasta juga mengajak masyarakat Indonesia, khususnya Bali dan tokoh Hindu, menyambut baik rencana kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi ke Indonesia, pada Juli 2026 mendatang.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan India dapat semakin diperkuat, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia untuk mempercepat terwujudnya generasi emas 2045.
Sementara itu, Mangku Pastika memberikan apresiasi terhadap buku tersebut. Ia menilai karya tersebut mengangkat isu penting terkait tantangan negara, kedaulatan, hukum, dan teknologi yang terus mengalami perubahan.
Lebih lanjut, Mangku Pastika menyatakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Dunia semakin terhubung, batas wilayah semakin terbuka, dan ruang digital menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern.
Mangku Pastika menyampaikan bahwa era digital membuat manusia menghadapi dua ruang kehidupan sekaligus, yaitu dunia sosial nyata dan dunia maya yang berkembang menjadi ruang publik baru.
Menurutnya, ulasan dalam buku PANCASILA DI PERSIMPANGAN IDEOLOGI TRANSNASIONAL : Analisis Dampaknya Terhadap Demokrasi Konstitusional Indonesia menggunakan pendekatan teori kedaulatan klasik dan modern untuk melihat perubahan global dan digital memengaruhi kehidupan bernegara.
Mangku Pastika berharap buku tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang peduli terhadap eksistensi negara, menjaga kedaulatan, serta memperkuat pemahaman mengenai Pancasila di tengah perkembangan dunia yang semakin dinamis. (ace).




