Syukuran Nelayan Pantai Kaliuluh, Pemkab Pacitan Tegaskan Komitmen Perkuat Sektor Kelautan
"Doa bersama bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan cerminan rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas keselamatan saat melaut, hasil tangkapan yang diberikan, serta keberkahan hidup yang terus mengalir di tengah dinamika kehidupan pesisir"

Pacitan,JBM.co.id- Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti kawasan Pantai Kaliuluh, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Senin (22/6/2026), saat masyarakat nelayan menggelar doa bersama dalam rangka tasyakuran nelayan. Kegiatan yang sarat makna ini menjadi wujud rasa syukur atas limpahan rezeki, keselamatan, serta hasil laut yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, hadir mewakili Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro. Turut hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, jajaran Forkopimda Kabupaten Pacitan, Forkopimca Kebonagung, Ketua HNSI Kabupaten Pacitan, instansi terkait, Kepala Desa beserta perangkat desa, para nelayan, serta masyarakat Desa Klesem.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pacitan, Prayitno menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tasyakuran nelayan tersebut. Menurutnya, tradisi doa bersama bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan cerminan rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas keselamatan saat melaut, hasil tangkapan yang diberikan, serta keberkahan hidup yang terus mengalir di tengah dinamika kehidupan pesisir.
Ia menegaskan, tasyakuran nelayan juga merupakan warisan budaya yang tumbuh dari nilai-nilai kearifan lokal masyarakat pantai. Tradisi seperti ini, kata dia, perlu terus dijaga dan dilestarikan karena bukan hanya mempererat hubungan antarsesama warga, tetapi juga memperkokoh identitas sosial dan budaya masyarakat nelayan Pacitan.
Lebih jauh, Prayitno menyoroti pentingnya sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang perekonomian daerah. Potensi besar yang dimiliki wilayah pesisir Pacitan, menurutnya, harus dikelola dengan baik melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, nelayan, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, menjaga keberlanjutan sumber daya laut, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berdaya saing.
“Pemerintah Kabupaten Pacitan berkomitmen untuk terus mendukung penguatan sektor kelautan dan perikanan, karena sektor ini memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Prayitno mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat kerukunan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta bersama-sama mendukung pembangunan Kabupaten Pacitan agar semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. Ia juga memanjatkan harapan agar para nelayan senantiasa diberi keselamatan dalam setiap pelayaran, hasil tangkapan yang melimpah, serta keberkahan dalam setiap ikhtiar mereka di lautan.
Tasyakuran nelayan Pantai Kaliuluh pun menjadi lebih dari sekadar agenda tradisi. Ia menjelma menjadi ruang perjumpaan antara nilai spiritual, budaya, dan pembangunan; sebuah penegasan bahwa laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga bagian penting dari jati diri masyarakat Pacitan.(Red/yun).




