Sekda Maulana Heru: Sekolah Rakyat Pacitan Dikebut, Gedung Permanen Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
"Progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai lebih dari 82 persen"

Pacitan,JBM.co.id- Pemerintah Kabupaten Pacitan terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Proyek pembangunan gedung permanen yang berlokasi berdampingan dengan Wisma Atlet Pacitan itu ditargetkan sudah dapat difungsikan pada Juli 2026 mendatang.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putri, usai mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Sosial Republik Indonesia, Kamis (18/6/2026).
Menurut Sekda Maulana Heru, keberadaan Sekolah Rakyat di Pacitan saat ini masih berstatus sekolah rintisan. Namun dalam waktu dekat, lembaga pendidikan tersebut akan bertransformasi menjadi Sekolah Rakyat permanen dengan fasilitas yang lebih representatif dan mendukung proses pembelajaran secara optimal.
“Pemerintah Kabupaten Pacitan akan memberikan dukungan penuh, mulai dari penyiapan tenaga kependidikan, peserta didik, hingga berbagai kebutuhan pendukung lainnya agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai lebih dari 82 persen. Dengan capaian tersebut, optimisme untuk mengoperasikan sekolah pada pertengahan tahun ini semakin besar.
Tak hanya fokus pada penyelesaian fisik bangunan, Pemkab Pacitan juga terus melakukan berbagai persiapan di sektor sumber daya manusia. Langkah tersebut dinilai penting agar kehadiran Sekolah Rakyat benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Apalagi gedung sekolah yang dibangun memiliki fasilitas yang memadai dan representatif. Ini menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi peserta didik,” tambahnya.
Meski demikian, jumlah calon siswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) masih menjadi perhatian. Saat ini, peserta didik yang telah terdata untuk tingkat SD baru mencapai 16 orang. Sementara itu, minat masyarakat pada jenjang SMP dan SMA terbilang cukup tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 90 siswa.
Pemerintah daerah pun akan terus melakukan pemantauan secara intensif, baik terhadap perkembangan pembangunan gedung maupun proses penjaringan peserta didik dan tenaga pendidik.
“Kami akan terus mengawal seluruh tahapan, mulai dari penyelesaian pembangunan hingga kesiapan siswa dan tenaga kependidikan, sehingga saat sekolah mulai beroperasi seluruh kebutuhan sudah terpenuhi,” tegas Sekda.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Pacitan diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat serta memperkuat pemerataan pendidikan. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan kolaborasi berbagai pihak, sekolah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang berdaya saing, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Red/yun).




