
Jbm.co.id-BANDUNG | Ditengah tekanan dan tanggung jawab besar dalam dunia pendidikan, para guru juga membutuhkan ruang untuk menenangkan diri dan menjaga kesehatan mental.
Hal itulah yang dihadirkan dalam kegiatan SOUL Action bertajuk “Buka Lembaran Baru” yang digelar di lingkungan Santo Yusup Bandung, Senin, 8 Juni 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Action ini mengajak para guru dan tenaga kependidikan untuk melakukan refleksi diri melalui meditasi dan pendekatan spiritual yang sederhana namun penuh makna.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa selama kegiatan berlangsung. Para peserta diajak sejenak melepaskan beban pikiran, berdamai dengan pengalaman masa lalu, hingga menemukan makna kehidupan yang relevan dengan kondisi batin masing-masing.
Dalam sesi refleksi, peserta menggunakan buku SOUL Reflection karya Bunda Arsaningsih. Mereka diminta membuka halaman secara acak dan merenungkan pesan yang muncul sebagai bagian dari introspeksi diri.
Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang menyasar siswa, kali ini seluruh tenaga pendidik dan kependidikan dari jenjang TK, SD hingga SMP Santo Yusup turut dilibatkan. Selain refleksi, peserta juga mengikuti sesi berbagi pengalaman dan meditasi bersama.
Sejumlah guru mengaku mendapatkan pengalaman emosional yang mendalam selama mengikuti kegiatan tersebut.
Ellen, guru TK Santo Yusup, menilai pesan dalam buku refleksi tersebut selalu relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ia mengaku setiap kali membaca ulang isi buku tersebut, selalu menemukan kekuatan baru untuk menjalani profesinya sebagai pendidik.
Pengalaman serupa dirasakan Caecilia, guru Bimbingan Konseling (BK), yang mengaku merasa lebih lega usai mengikuti meditasi bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut membantunya melihat kembali perjalanan hidup sekaligus belajar berdamai dengan masa lalu.
Sementara itu, Helena, guru SD Santo Yusup 2, menilai pesan-pesan yang muncul dalam sesi refleksi sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai tentang kebijaksanaan, ketenangan, memaafkan, dan mengampuni menjadi pelajaran yang sangat relevan baik dalam kehidupan pribadi maupun profesi sebagai pendidik,” ujarnya.
Guru SD Santo Yusup 2 lainnya, Stefanus, juga merasakan manfaat besar dari kegiatan tersebut. Ia menyebut refleksi dan meditasi yang dijalani memberikan penguatan hati sekaligus motivasi baru untuk terus mendidik siswa dengan penuh kasih sayang dan dedikasi.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Kepala Sekolah SD Santo Yusup 2, Lidwina Eva. Ia mengapresiasi keberlanjutan kolaborasi bersama Yayasan Cahaya Cinta Kasih yang dinilai memberikan dampak positif bagi para guru dan tenaga kependidikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang penting bagi para pendidik untuk berkumpul, berbagi cerita, dan saling menguatkan dalam suasana yang terbuka serta penuh kebersamaan.
Sebagai penutup kegiatan, Koordinator SOUL Community Bandung, dr. Putu Santhi, membagikan suvenir berupa kipas unik yang dilengkapi kode QR. Fasilitas tersebut memungkinkan peserta mengakses panduan refleksi harian dari Bunda Arsaningsih secara digital.
Melalui program SOUL Action “Buka Lembaran Baru”, Yayasan Cahaya Cinta Kasih berharap dapat terus mendampingi masyarakat, khususnya para pejuang pendidikan, agar mampu menjalani aktivitas dengan hati yang damai, pikiran jernih, dan mental yang kuat menghadapi tantangan kehidupan.
Program ini sekaligus menegaskan pentingnya kesehatan mental dan ketenangan batin bagi guru sebagai fondasi dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas.
Sebagai informasi, Yayasan Cahaya Cinta Kasih merupakan organisasi sosial yang didirikan Bunda Arsaningsih pada 2012. Yayasan ini fokus pada kegiatan kemanusiaan dan pembentukan karakter berbasis cinta kasih melalui metode SOUL, mulai dari pendidikan karakter, aksi sosial, hingga kegiatan kerelawanan di berbagai daerah Indonesia. (ace).




