
Jbm.co.id-DENPASAR | Polda Bali bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali memperkuat sinergi menjaga stabilitas dan kualitas pariwisata menjelang high season 2026.
Untuk itu, Polda Bali bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan diskusi bertema “Bersinergi Menjaga Stabilitas, Berkolaborasi Mewujudkan Pariwisata yang Berkualitas” di Denpasar, Kamis, 4 Juni 2026.
Dalam kegiatan itu, PLT Kasubdit III Ditintelkam Polda Bali AKP I Nengah Mudarya menegaskan bahwa sektor keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing pariwisata Bali di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, pramuwisata memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pariwisata karena berinteraksi langsung dengan wisatawan serta menjadi representasi budaya dan keramahan masyarakat Bali.
Selain peningkatan kunjungan wisatawan, sejumlah tantangan pariwisata juga menjadi perhatian bersama, diantaranya persoalan sampah, kemacetan, keberadaan guide ilegal, pelanggaran oleh wisatawan asing, dampak konflik global, hingga opini negatif di media sosial.
Ketua HPI Bali I Wayan Nuarta mengapresiasi hubungan dan sinergi yang telah terjalin dengan Polda Bali selama ini. Ia menilai komunikasi yang baik serta penyampaian informasi yang objektif menjadi langkah penting dalam menjaga citra positif pariwisata Bali.
HPI Bali juga memberikan apresiasi terhadap aplikasi CAKRAWASI yang dinilai mampu menjadi sarana deteksi dini dan pelaporan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sementara itu, Sekretaris 2 HPI Bali Gusti Lanang Oka menekankan pentingnya koordinasi antarpemangku kepentingan pariwisata. Ia juga menyoroti perlunya pengawasan terhadap praktik pemanduan wisata tanpa lisensi yang berpotensi menurunkan kualitas layanan wisata di Bali.
Melalui pertemuan tersebut, Polda Bali dan HPI Bali sepakat memperkuat kolaborasi untuk menjaga citra positif Bali sebagai destinasi wisata dunia.
Sinergi itu juga diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme pramuwisata, menekan praktik guide ilegal, serta mendukung keamanan dan keberlanjutan sektor pariwisata Bali menjelang musim kunjungan wisatawan 2026. (ace).



