BeritaDaerahPemerintahanPendidikanPolitikSosial

Tak Ada Warisan Lebih Baik daripada Pendidikan. Pesan Bijak Ali bin Abi Thalib Menggema di Jantung Kota Pacitan

"Khemal Pandu Pratikna menyampaikan bahwa kutipan tersebut bukan sekadar hiasan kota, melainkan pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya membangun peradaban melalui pendidikan"

Pacitan,JBM.co.id- Ali bin Abi Thalib kembali mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan melalui untaian kata-kata penuh makna yang kini terpampang megah di salah satu sudut strategis Kabupaten Pacitan. Tepat di Jalan PB Soedirman, di depan Gedung PLUT, sebuah bando jalan berdiri kokoh membawa pesan moral yang sarat nilai pendidikan dan kemanusiaan.

Tulisan tersebut memuat petuah mendalam:

“Tidak ada kekayaan yang lebih utama daripada akal.
Tidak ada keadaan yang paling menyedihkan daripada kebodohan.
Tidak ada warisan yang lebih baik daripada pendidikan.”

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna menyampaikan bahwa kutipan tersebut bukan sekadar hiasan kota, melainkan pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya membangun peradaban melalui pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Pratikna. (Doc).
Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Pratikna. (Doc).
Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya. Akal dan ilmu pengetahuan merupakan kekayaan sejati yang akan terus hidup dan memberi manfaat lintas generasi.

Pesan yang terpampang di pusat kota itu seolah menjadi ajakan terbuka bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus belajar, berpikir kritis, dan menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik. “Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, kebodohan menjadi tantangan yang harus dilawan bersama melalui budaya membaca, belajar, dan memperluas wawasan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Keberadaan bando tersebut juga menghadirkan nuansa edukatif di ruang publik. Tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi sekaligus menghadirkan energi positif yang mampu menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Warisan terbaik, sebagaimana disampaikan Ali bin Abi Thalib, bukanlah harta benda yang dapat habis dimakan waktu, melainkan pendidikan yang akan terus menerangi kehidupan manusia. Sebab dari pendidikan lahir akhlak, kecerdasan, serta kemampuan membangun masa depan yang lebih bermartabat.

Kini, pesan bijak itu berdiri di tengah denyut aktivitas kota Pacitan, menjadi pengingat bahwa sebuah bangsa besar selalu dimulai dari masyarakat yang mencintai ilmu dan menghargai pendidikan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button