KH Mahmud Tegaskan Pesan Gus Baha: Ibadah Haji Bukan Ukuran Seseorang Lebih Baik, Tauhid yang Benar Adalah Intinya
"Kemuliaan seseorang tidak diukur dari simbol-simbol keagamaan yang tampak di luar"

Pacitan,JBM.co.id-Seorang pendakwah kondang, KH Mahmud, menyampaikan pesan penting dari ulama kharismatik Gus Baha atau Ahmad Bahauddin Nursalim tentang cara memandang ibadah dalam Islam.
KH Mahmud menekankan bahwa ibadah haji atau merawat Baitullah tidak boleh dijadikan ukuran seseorang lebih baik dibandingkan yang lain.
Menurutnya, pesan yang sering disampaikan Gus Baha adalah agar umat Islam tidak terjebak pada ukuran-ukuran lahiriah dalam menilai kualitas keimanan seseorang. Walaupun ibadah haji merupakan rukun Islam yang sangat agung, hal tersebut tidak otomatis menjadikan seseorang lebih mulia dibandingkan orang lain.
Mantan Ketua PCNU Pacitan ini menjelaskan, bahwa ukuran terbaik dalam beragama adalah ketika seseorang beribadah dengan benar, yakni berlandaskan tauhid yang lurus kepada Allah SWT. Tauhid menjadi inti dari seluruh amal ibadah, karena tanpa tauhid yang benar, ibadah yang dilakukan tidak memiliki nilai yang sempurna di sisi Allah.
“Jangan pernah memakai ukuran bahwa ibadah haji dan merawat Baitullah itu menjadi ukuran seseorang lebih baik. Ukuran terbaik adalah ketika ibadah dilakukan dengan benar, yaitu dengan tauhid,” terang KH Mahmud saat mengutip pesan Gus Baha, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan bahwa dalam banyak kesempatan, Gus Baha sering mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari simbol-simbol keagamaan yang tampak di luar. Yang lebih penting adalah keikhlasan, pemahaman yang benar, serta kesungguhan dalam menjaga tauhid dan menjalankan perintah Allah.
Melalui pesan tersebut, KH Mahmud mengajak umat Islam untuk lebih fokus memperbaiki kualitas ibadah dan memperkuat tauhid, bukan sekadar mengejar pengakuan atau penilaian manusia. Dengan begitu, setiap amal yang dilakukan benar-benar bernilai di hadapan Allah SWT.
Pesan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak mudah menilai seseorang hanya dari ibadah yang terlihat, melainkan memahami bahwa inti dari semua ibadah adalah ketulusan hati dan kemurnian tauhid kepada Allah SWT.(Red/yun).



