
Jbm.co.id-DENPASAR | Polda Bali menggelar buka puasa bersama tokoh agama dan serikat pekerja di Gedung Presisi Polda Bali, Jalan W.R. Supratman No. 7 Denpasar, Senin, 23 Pebruari 2026 pukul 18.33 WITA.
Acara buka puasa bersama ini bertujuan sebagai langkah memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bali.

Acara ini dihadiri Kapolda Bali, Wakapolda Bali, Pejabat Utama Polda Bali, tokoh agama Islam, pimpinan organisasi keagamaan tingkat Provinsi Bali, pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan serikat pekerja. Total peserta yang hadir sekitar 120 orang.
Dalam sambutannya, Kapolda Bali menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim serta berharap momentum Ramadhan dapat membawa keberkahan, memperkuat kesabaran, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
Kapolda Bali menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pekerja. Menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas Bali agar tetap aman, damai, dan kondusif.
Tausyiah Ramadan dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh K.H. Noor Hadi Al-Hafidz yang sekaligus memimpin doa buka puasa. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama. Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi dasar untuk saling menghormati dan memperkuat persatuan.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak boleh ada diskriminasi dalam kehidupan berbangsa, karena setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Seluruh rangkaian acara berakhir pukul 19.00 WITA dan berlangsung dengan aman serta lancar.
Melalui kegiatan ini, Polda Bali menunjukkan komitmennya dalam membangun komunikasi yang harmonis dengan tokoh agama dan unsur pekerja. Sinergi lintas elemen tersebut diharapkan mampu menjaga Bali tetap toleran, aman dan damai selama Ramadan maupun dalam dinamika sosial ke depan. (red).




