BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Kanjeng Nabi Muhammad SAW Berbuka dengan Kurma Ganjil dan Air Putih, KH Mahmud: Sunnah yang Sarat Makna

"Kurma mengandung gula alami yang cepat mengembalikan energi setelah seharian berpuasa"

Pacitan,JBM.co.id-Umat Islam dianjurkan meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk saat berbuka puasa. Salah satu sunnah yang kerap diamalkan adalah berbuka dengan buah kurma dalam jumlah ganjil dan air putih.

Inspektur Inspektorat Pacitan, KH Mahmud, menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki nilai ibadah dan makna kesehatan yang mendalam.

“Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW berbuka dengan kurma, dan jika tidak ada, beliau meminum air. Jumlah kurma yang dikonsumsi pun dianjurkan ganjil, karena Allah SWT menyukai yang ganjil,” ujar KH Mahmud, Jum’at (20/2/2026).

Menurutnya, kurma mengandung gula alami yang cepat mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Sementara air putih membantu tubuh terhidrasi dengan baik setelah menahan haus.

KH Mahmud menambahkan, sunnah berbuka dengan kurma dan air putih juga mengajarkan kesederhanaan. “Beliau tidak berbuka dengan makanan berlebihan. Justru dengan yang sederhana, namun penuh keberkahan,” katanya.

Ia berharap umat Islam, khususnya di Pacitan, dapat meneladani kebiasaan tersebut sebagai bagian dari upaya menghidupkan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.

“Berbuka dengan kurma ganjil dan air putih bukan hanya soal makanan, tetapi juga bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW,” pungkasnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button