BeritaDaerahEkonomiPemerintahanSosial

Menjelang Ramadhan 1447 H, Harga Cabai di Pacitan Semakin Pedas

"Sekitar tiga hari lalu saya beli satu ons sudah Rp9 ribu. Kalau dihitung, berarti satu kilonya Rp90 ribu"

Pacitan,JBM.co.id-Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah mulai menunjukkan tren kenaikan. Salah satunya adalah komoditas cabai di Kabupaten Pacitan yang dalam beberapa hari terakhir mengalami lonjakan cukup signifikan.

Kenaikan harga cabai ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha kuliner. Sri, pemilik warung makan di Pacitan, mengungkapkan bahwa harga cabai yang sebelumnya berada di kisaran Rp72 ribu per kilogram, kini telah menembus Rp90 ribu per kilogram.

“Sekitar tiga hari lalu saya beli satu ons sudah Rp9 ribu. Kalau dihitung, berarti satu kilonya Rp90 ribu,” ujar Sri, Ahad (8/2/2026).

Sebagai bahan utama hampir di setiap menu masakan, cabai memiliki peran penting dalam usaha kuliner. Kondisi ini membuat para pedagang harus berpikir ekstra agar tetap bisa bertahan. Sri mengaku terpaksa melakukan penyesuaian, baik dengan menaikkan harga secara terbatas maupun mengurangi porsi sambal.

“Kalau tidak disiasati, bisa rugi. Padahal sambal itu pelengkap penting, bahkan untuk sayur bening atau sayur sup,” jelasnya.

Hingga kini, penyebab pasti melonjaknya harga cabai masih belum dapat dipastikan. Namun, sejumlah faktor diduga turut mempengaruhi, di antaranya kondisi cuaca yang kurang bersahabat sehingga berdampak pada hasil panen, serta berkurangnya pasokan dari daerah penyangga. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat menjelang Ramadhan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa fluktuasi harga bahan pangan merupakan fenomena yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Sementara itu, stabilitas pasokan dan distribusi menjadi kunci agar gejolak harga dapat ditekan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik menjelang bulan suci.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button