BaliBeritaDaerahDenpasar

Dua Kali Banjir Terjang Bali, BWS Bali Penida Siapkan Masterplan Pengendalian Banjir Mulai 2026, Normalisasi Sungai Hingga EWS Disiapkan

Jbm.co.id-DENPASAR | Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida memaparkan rencana komprehensif pengendalian banjir di Bali setelah dua kejadian banjir besar melanda sejumlah wilayah pada September dan Desember 2025.

Curah hujan ekstrem yang disertai penumpukan sampah di alur sungai disebut menjadi faktor dominan penyebab meluapnya air di berbagai daerah.

Foto: Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida memaparkan rencana komprehensif pengendalian banjir di Bali setelah dua kejadian banjir besar melanda sejumlah wilayah pada September dan Desember 2025.

Kepala BWS Bali Penida, Gunawan Suntoro, ST., MDM., M.Eng., menjelaskan bahwa banjir besar pada 10 September 2025 dipicu hujan dengan intensitas sangat tinggi. Berdasarkan data Pos Klimatologi Penatih, curah hujan saat itu tercatat mencapai 493 milimeter, jauh melampaui kondisi normal.

“Kondisi tersebut diperparah oleh banyaknya sampah yang terbawa arus dan menyumbat aliran sungai, sehingga menyebabkan air meluap di beberapa titik,” kata Gunawan Suntoro.

Banjir tersebut berdampak luas, terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Badung, Tukad Mati, dan Tukad Ayung yang bermuara ke wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Selain merendam kawasan permukiman warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur sumber daya air, mulai dari tanggul sungai, saluran irigasi, hingga bangunan pengambilan air baku.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada 14 dan 15 Desember 2025, meskipun dengan intensitas hujan yang lebih rendah. Data dari Pos Curah Hujan Buagan mencatat hujan sebesar 96 milimeter.

Namun, genangan tetap muncul di sejumlah titik rawan, seperti Jalan Kunti-Legian di Badung, Desa Batuan-Sukawati, Desa Saba-Blahbatuh, serta wilayah Ubud di Kabupaten Gianyar.

“Banjir Desember ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem akibat terbentuknya Siklon 93S di selatan perairan Indonesia,” kata Gunawan.

Menanggapi kondisi tersebut, BWS Bali Penida melakukan langkah cepat penanganan darurat dan pemulihan.

Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri, pengoperasian mobil pompa untuk mengurangi genangan di titik-titik strategis, serta mobilisasi alat berat untuk membersihkan material dan sampah pascabanjir.

Selain itu, pemeliharaan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air yang rusak juga menjadi prioritas agar fungsi pengendalian air dapat segera pulih.

Sebagai langkah pencegahan jangka pendek, BWS Bali Penida turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan normalisasi sungai. Kegiatan ini mencakup pengerukan sedimen di alur sungai serta Waduk Muara Nusa Dua guna mengembalikan kapasitas tampung air.

Disisi lain, pemantauan peringatan dini cuaca dari BMKG terus dilakukan, termasuk pengoperasian pintu air bendung dan waduk sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Langkah ini penting untuk meminimalisir dampak apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” terangnya.

Untuk solusi jangka panjang, BWS Bali Penida mengusulkan penyusunan Masterplan dan Detail Engineering Design (DED) Pengendalian Banjir bagi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Kajian tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026, dengan fokus pada DAS Tukad Ayung, Tukad Mati dan Tukad Badung.

Kajian tersebut juga akan mencakup kebutuhan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), serta penataan sempadan sungai sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 28 Tahun 2015.

“Pengendalian banjir tidak bisa hanya mengandalkan penanganan darurat. Diperlukan perencanaan terpadu, kesadaran lingkungan, dan kepatuhan terhadap aturan tata ruang,” kata Gunawan Suntoro.

Melalui kombinasi langkah penanganan cepat dan perencanaan jangka panjang, BWS Bali Penida berharap risiko banjir di Bali dapat ditekan sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah menghadapi cuaca ekstrem yang kian sering terjadi. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button