BadungBaliBeritaDaerahHukum dan Kriminal

Paul La Fontaine dan Kuasa Hukum Bongkar Fakta Baru Soal Laporan dan Tuduhan Intimidasi: Itu Tidak Berdasar dan Sesatkan Publik

Jbm.co.id-DENPASAR | Paul La Fontaine, ayah asal Australia yang selama dua tahun terakhir mencari putri kembarnya, Isla dan Sianna, kembali mengeluarkan klarifikasi penting. Ia membantah keras sejumlah pernyataan mantan istrinya, Adinda Viraya Paramitha (AVP), yang sebelumnya diberitakan oleh salah satu media daring lokal. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak berdasar dan merusak reputasinya.

“Pernyataan bahwa saya melakukan intimidasi atau teror sama sekali tidak benar. Tuduhan itu menyesatkan publik dan merusak nama baik saya,” kata Paul.

Paul La Fontaine hadir dalam konferensi pers bersama kuasa hukumnya, H.M.P. Andreas N., S.H., yang akrab disapa Andreas, Senin, 24 November 2025.

Kuasa Hukum: AVP Dilaporkan, Disomasi, dan Sedang Diproses Hukum

Andreas menegaskan bahwa AVP saat ini sedang menjalani proses hukum terkait dugaan pencemaran nama baik serta penghalangan hak asuh.

“Benar, Adinda sedang kami laporkan dan telah kami somasi, termasuk terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap klien kami,” tegas Andreas.

Ia menilai sejumlah pernyataan AVP di media telah memutarbalikkan fakta hukum yang menunjukkan bahwa Paul justru merupakan korban intimidasi dan kekerasan.

Paul Sesalkan Media Tidak Melakukan Konfirmasi

Paul dan kuasa hukumnya juga menyoroti tindakan media yang memuat pernyataan sepihak tanpa melakukan konfirmasi, yang menurut mereka melanggar kode etik jurnalistik dan UU Pers.

“Media yang memuat tuduhan seperti itu tanpa konfirmasi kepada saya sangat melanggar kode etik jurnalistik dan UU Pers. Publik jadi mendapat informasi yang tidak berimbang dan itu merugikan saya secara pribadi maupun hukum,” kata Paul.

Andreas menambahkan bahwa pemberitaan yang menyangkut dugaan pelanggaran harus melalui verifikasi dan menghadirkan hak jawab sebelum dipublikasikan.

Kesaksian Saksi Eva: Anak Menangis, Polisi Bergerak, Rumah Kosong

Seorang saksi bernama Eva turut memberikan kesaksian mengenai salah satu momen krusial dalam pencarian Isla dan Sianna. Ia menyebut menerima rekaman suara dari tetangga di Puri Bunga yang melaporkan bahwa anak-anak menangis menjerit seharian.

Saat itu Eva dan Paul sedang berada di Unit PPA Polresta Denpasar.

“Saya langsung memberi tahu polisi. Polisi bergerak cepat ke Puri Bunga, tapi saat kami tiba, rumah dalam keadaan kosong. Anak-anak tidak ada di sana,” ungkap Eva.

Ia juga menambahkan bahwa hingga kini belum ada tindak lanjut dari aparat terkait laporan tersebut.

Kronologi Pencarian: Dari Bali ke Jawa, Disertai Kekerasan

Pencarian dua gadis kembar itu berawal pada 22 Agustus 2022, setelah Paul menerima pesan dari AVP: “jangan lupa bertemu anak-anakmu”. Sejak itu, ia menyisir berbagai lokasi di Bali hingga Jawa.

Paul mengaku menjadi korban kekerasan oleh tiga pria yang diduga bagian dari keamanan Habitat Village. Salah satunya, AG, kini menghadapi ancaman 18 bulan penjara. Putusan perkara 734/Pid.B/2025/PN Dps turut menyebut AVP diduga mengorganisir penyerangan tersebut.

Deretan Dugaan Pelanggaran oleh AVP

Paul kini menempuh jalur hukum terhadap AVP atas dugaan:

pengorganisiran penyerangan

penghalangan hak asuh

pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak 2024

pengabaian kewajiban memberi akses orang tua

dugaan motif memanfaatkan anak untuk tekanan finansial

Menurut Paul, sejumlah lembaga, seperti Kementerian Perlindungan Anak, KPAI, dan KPAAD telah memberi peringatan kepada AVP, namun tidak diindahkan.

Sorotan Pendidikan dan Kesejahteraan Anak

Paul turut mengungkap bahwa anak-anak tidak mendapatkan pendidikan formal. Ia menemukan bahwa pengajar rumahan mereka bukan guru profesional, melainkan seorang insinyur. Warga juga melaporkan bahwa kedua anak pernah menangis berjam-jam, dan ketika polisi mendatangi lokasi, mereka tidak ditemukan.

Isla dan Sianna masih tercatat sebagai hilang berdasarkan Laporan Kepolisian No. B/1468/VIII/1.24/2025/Ditreskrimum.

Sengketa Hak Asuh Tak Kunjung Usai

Paul menyebut klaim bahwa AVP memperoleh hak asuh penuh adalah keliru dan kini tengah digugat. Ia menegaskan bahwa putusan hak asuh bersama pada April 2022 tidak pernah dicabut.

“Bagaimana saya bisa menjalankan peran sebagai ayah jika posisi anak-anak saya tidak diketahui,” ujarnya.

Keselamatan Anak Jadi Fokus Utama

Paul menegaskan bahwa seluruh langkah hukum yang ditempuh bukan sekadar soal hak asuh, namun untuk memastikan keselamatan, pendidikan, dan kondisi psikologis kedua putrinya. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button