BaliBeritaDaerahDenpasarLingkungan Hidup

Sudibya Apresiasi Langkah Cepat Alit Kelakan Atasi Kelangkaan BBM dan Polemik Penjor

Jbm.co.id-DENPASAR | Ekonom Bali sekaligus Anggota MPR RI, Jro Gde Sudibya, mengapresiasi langkah cepat Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan (Alit Kelakan), dalam merespons dua isu besar di Bali: kelangkaan BBM pada masa Galungan dan polemik imbauan PLN terkait pemasangan penjor.

Sudibya menilai dinamika politik di era digital kerap dipenuhi pencitraan berlebihan yang menjauh dari kerja konkret. Namun, ia melihat tindakan Alit Kelakan berbeda karena langsung menyasar persoalan publik.

“Langkah itu yang dilakukan oleh seorang anggota DPR yang tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) yang sesuai,” kata Sudibya di Denpasar, Minggu, 23 November 2025.

Ia menyebut rekam jejak politik Alit Kelakan, dimulai dari DPRD Bali, Wakil Gubernur Bali, DPD RI, hingga kini DPR RI membuatnya peka terhadap isu strategis masyarakat.

“Contoh anggota parlemen (Alit Kelakan-red) yang punya empati terhadap kebutuhan strategis warga. Publik menunggu ‘follow up’ pertemuan dengan Pertamina Wilayah Bali. Selamat berjuang Bro,” tambahnya.

Tindak Lanjut Kelangkaan Pertamax di Bali

Alit Kelakan mendatangi PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Bali untuk mengecek penyebab kelangkaan Pertamax yang terjadi di sejumlah daerah, pada Jumat, 21 November 2025.

Ia mengungkapkan bahwa distribusi harian yang seharusnya mencapai 1.024 KL, hanya tersalurkan sekitar 980 KL.

“Setelah dicek semuanya bersama Pertamina akhirnya ketemu akar permasalahannya,” ujarnya.

Menurutnya, stok Pertamax di Fuel Terminal Sanggaran sempat kritis sehingga dilakukan alih suplai dari IT Manggis. Namun proses tersebut tidak maksimal karena jarak jauh dan armada tangki terbatas.

“Alih supply di IT Manggis tidak berjalan optimal 46,3 km dan ketersediaan armada mobil tangki yang terbatas,” ungkapnya.

Cuaca buruk dan keterlambatan kapal dari Surabaya ikut memperburuk situasi.

Alit Kelakan menegaskan stok ideal minimal 6.000 KL, serta menyebut masih ada kebutuhan 15 unit mobil tangki baru.

“Jika sudah ngerti faktor cuaca kita bisa cek dari BMKG, selanjutnya bisa kita atur armada dan stoknya kita tambah,” terangnya.

Sikapi Polemik Penjor, Alit Kelakan Ingatkan Fokus pada Keselamatan

Alit Kelakan juga merespons polemik imbauan PLN terkait jarak aman pemasangan penjor. Ia menyebut maksud PLN sebenarnya demi keselamatan, namun penyampaiannya kurang tepat.

Ia menjelaskan perbedaan risiko antara kabel terbungkus dan tidak terbungkus.

“Kalau ini dipegang sama anak-anak kecil bisa menyebabkan setrum. Itu mungkin maksudnya,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa sosialisasi seharusnya tidak terpaku pada angka baku 2,5 meter.

“Silakan pasang penjor jangan sampai menyentuh kabel-kabel yang terbuka atau kabel luka. Itu sebenarnya,” ujarnya.

Ke depan, ia menilai perlu penataan kabel agar tidak semrawut demi keselamatan warga.

Soal Jabatan di PLN: Hindari Sentimen Rasis, Utamakan Merit Sistem

Terkait usulan agar orang Bali lebih dilibatkan dalam struktur PLN, Alit Kelakan menegaskan bahwa penempatan jabatan harus mengikuti merit sistem.

“Kita tidak bisa hal itu arahnya nanti ke rasis. Jadi, tidak apa-apa merit sistem, tapi jika ada orang Bali yang mampu bisa bertugas di Bali,” pungkasnya. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button