Gede Harja Astawa Jenguk Korban Kebakaran di Lemukih, Buleleng Serukan Gotong Royong

Jbm.co.id-BULELENG | Asap duka masih menyelimuti Dusun Nangka, Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Puing-puing rumah yang hangus terbakar menjadi saksi bisu amukan si jago merah, Jumat sore, 24 Oktober 2025.
Dua rumah milik warga, Wayan Narta dan Nengah Cipta Yasa, ludes dilalap api. Tak hanya atap dan dinding, seluruh harta benda pun ikut lenyap, dengan kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp150 juta.
Jarak rumah yang berjauhan di kawasan tegalan membuat warga sulit memberikan bantuan cepat. Dalam kepanikan itu, hanya satu warga yang dengan nekat menerobos kobaran api untuk menyelamatkan beberapa kilogram kopi dan cengkeh sisanya tak sempat diselamatkan.
Di tengah suasana duka itu, Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, datang membawa semangat kepedulian.
Ia menjenguk langsung keluarga korban bersama Tim dengan mengendarai sepeda motor menerobos jalan setapak yang terjal dan licin menembus hujan guna melihat dari dekat sisa-sisa kebakaran yang hanya meninggalkan abu, puing, dan kenangan, pada 29 Oktober 2025.
“Sungguh menyayat hati melihat kondisi rumah mereka. Semua habis dilalap api. Kini keluarga Pak Narta menumpang di rumah kerabat yang juga hidup sederhana,” kata Gede Harja dengan mata berkaca-kaca.
Politisi asal Buleleng yang dikenal rendah hati ini tak hanya datang memberi perhatian, tetapi juga menyampaikan seruan moral agar masyarakat dan pemerintah bersama-sama menyalakan kembali semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.
“Saya berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Buleleng, para relawan, dan para dermawan. Setidaknya, mari kita bantu keluarga Pak Narta untuk bisa kembali mendirikan gubuk sederhana, tempat mereka berteduh dari hujan dan panas,” ucapnya penuh harap.
Pada kesempatan tersebut, Gede Harja Astawa juga memberikan bantuan pribadi sebagai bentuk empati dan dorongan moral bagi keluarga yang tengah berduka. Ia mengingatkan, kehadiran di tengah masyarakat bukan hanya soal jabatan, melainkan tentang rasa kemanusiaan.
“Semangat, Pak Narta dan keluarga. Jangan menyerah. Setiap ujian pasti ada jalan keluarnya. Semoga Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan perlindungan dan berkah untuk kehidupan kedepan,” katanya lembut.
Kehadiran Gede Harja di lokasi kebakaran menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin bukan hanya hadir di podium, tetapi juga di tengah rakyat yang sedang berduka. Sikap empatinya menebarkan harapan dan menghidupkan kembali nilai luhur gotong royong di Bumi Buleleng.
Musibah ini sekaligus membuka mata banyak pihak bahwa masih banyak warga di pelosok yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan. Seperti yang diungkapkan Gede Harja,
“Dalam kesulitan, jangan biarkan mereka berjalan sendiri. Mari hadir, karena kehadiran kita adalah kekuatan yang sesungguhnya,” pungkasnya. (red/tim).



