
Jbm.co.id-DENPASAR | Fase grup Piala Dunia FIFA 2026 resmi berakhir pada Minggu, 28 Juni 2026. Bahkan, 32 tim negara sudah memastikan tiket menuju babak gugur atau babak 32 besar yang akan berlangsung mulai 28 Juni hingga 4 Juli 2026.
Pada edisi ke-23 ini, Piala Dunia menggunakan format baru dengan total 48 peserta. Tiket lolos diberikan kepada juara dan runner-up Grup A hingga L ditambah lagi delapan tim peringkat ketiga terbaik. Skenario perjalanan menuju babak 16 besar kini telah resmi terbentuk.
FIFA sudah menentukan jalur kiri bagan dan jalur kanan bagan, sehingga setiap pemenang laga 32 besar akan langsung bertemu sesuai jalur yang tersedia.
Jalur Kiri Bagan Piala Dunia 2026: Ancaman Final Kepagian Jerman vs Prancis
Persaingan ketat terjadi di sisi kiri bagan. Salah satu duel besar yang berpotensi terjadi lebih awal adalah pertemuan antara dua raksasa Eropa, yakni Jerman dan Prancis.
Pemenang laga Jerman vs Paraguay akan menghadapi pemenang pertandingan Prancis vs Swedia.
Jika Jerman dan Prancis sama-sama mampu melewati babak 32 besar, maka duel klasik Jerman vs Prancis akan langsung tersaji di babak 16 besar.
Selain itu, pemenang Afrika Selatan vs Kanada akan bertemu pemenang Belanda vs Maroko.
Kemudian, Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo juga berada di jalur yang menarik. Pemenang laga Portugal vs Kroasia akan berhadapan dengan pemenang Spanyol vs Austria.
Skenario Cristiano Ronaldo bersama Portugal berpeluang melakoni laga sengit melawan Spanyol apabila kedua tim mampu lolos.
Sementara itu, Amerika Serikat vs Bosnia & Herzegovina akan berhadapan dengan pemenang Belgia vs Senegal.
Jalur Kanan Bagan: Jalan Argentina dan Brazil Menuju Final
Di sisi kanan bagan, peluang tim-tim Amerika untuk melangkah jauh sangat terbuka. Bahkan, Brazil akan menghadapi Jepang, dan pemenangnya akan bertemu pemenang laga Pantai Gading vs Norwegia.
Kemudian, Meksiko vs Ekuador akan menentukan lawan bagi pemenang Inggris vs RD Kongo.
Sementara itu, Juara Bertahan Argentina berada di jalur yang menarik. Lionel Messi dan kolega akan menghadapi Tanjung Verde.
Jika Argentina mampu melaju, mereka berpotensi bertemu dengan pemenang Australia vs Mesir.
Skenario besar bisa menghadirkan duel Lionel Messi melawan Mohamed Salah, apabila Argentina dan Mesir sama-sama melewati babak pertama.
Laga lainnya mempertemukan jalur Swiss vs Aljazair dengan Kolombia vs Ghana.
Tim Amerika Punya Peluang Besar Juara saat Tuan Rumah di Benua Amerika
Peluang tim dari kawasan Amerika, baik Conmebol maupun Concacaf, untuk menjadi juara Piala Dunia 2026 dinilai sangat besar.
Selain faktor kualitas pemain, sejarah mencatat bahwa ketika Piala Dunia digelar di benua Amerika, dominasi tim Amerika Selatan sangat kuat.
Dari total delapan edisi Piala Dunia yang pernah berlangsung di benua Amerika, tim asal Amerika Selatan berhasil menjadi juara sebanyak tujuh kali.
Terbukti, Uruguay menjadi juara pada edisi 1930 dan 1950. Kemudian, Brazil berjaya pada Piala Dunia 1958, 1962 dan 1970 saat turnamen digelar di kawasan Amerika.
Argentina juga sukses mengangkat trofi saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1978.
Pada Piala Dunia Meksiko 1986 dan Amerika Serikat 1994, Argentina dan Brazil kembali menunjukkan supremasi sepak bola Amerika.
Satu-satunya pengecualian terjadi pada Piala Dunia Brasil 2014, ketika Jerman berhasil mematahkan dominasi tim Amerika setelah mengalahkan Argentina di final.
Dengan posisi bagan yang memisahkan Argentina dan Kolombia di jalur bawah serta Brazil dan Meksiko di jalur atas, maka sangat terbuka peluang hadirnya wakil Amerika di final Piala Dunia 2026.
Motivasi untuk mengembalikan supremasi sepak bola ke tanah Amerika kini berada di pundak Lionel Messi dan koleganya. (berbagai sumber/ace).



